Pakar Global Tekankan Literasi AI sebagai Kompetensi Dasar Baru bagi Generasi Muda

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Kemajuan teknologi yang berkembang sangat cepat membuat kecerdasan buatan (AI) semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari navigasi sederhana hingga algoritma rekomendasi konten, AI kini hadir sebagai bagian tak terpisahkan dalam aktivitas masyarakat modern. Namun di balik berbagai manfaatnya, teknologi ini juga membawa risiko seperti bias data, penyebaran informasi palsu, hingga penurunan kemampuan berpikir mendalam jika tidak dimanfaatkan dengan bijak.

Dalam sebuah seminar yang digelar Redea Institute bertajuk “Membesarkan Pemikir Digital: Membantu Anak Berkembang di Era AI”, ahli teknologi pendidikan kenamaan asal Amerika Serikat, Ken Shelton, menegaskan bahwa literasi AI sudah menjadi keterampilan hidup yang perlu dipelajari sejak dini. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Shelton menjelaskan bahwa generasi masa kini tumbuh dalam ekosistem di mana AI hadir di setiap lini kehidupan.

“Teknologi akan terus berkembang. Versi AI yang kita gunakan saat ini hanyalah yang paling sederhana dibandingkan dengan apa yang akan datang,” ujar Shelton.

Baca Juga :  Siswa Kelas XII SMAN 4 Kerinci Sepakat Tetap Gelar Perpisahan, Bantah Isu Pungutan

Ia mengajak para orangtua dan tenaga pendidik untuk memperlakukan AI bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai literasi baru yang sejajar pentingnya dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Menurutnya, AI harus digunakan untuk mendorong kemampuan bertanya, berpikir kritis, dan memperdalam proses belajar, bukan menggantikannya.

Selain memberikan materi kepada orangtua, Shelton juga berdialog dengan siswa SMP dan SMA untuk memahami pandangan mereka mengenai tantangan digital. Diskusi ini memperlihatkan bahwa keterampilan mengevaluasi informasi dan memahami cara kerja algoritma menjadi kebutuhan mendesak bagi pelajar.

Redea Institute menekankan bahwa literasi AI mencakup pemahaman teknologi sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak perlu dilatih untuk bertanggung jawab, berempati, serta memahami konsekuensi dari setiap interaksi digital.

Pendekatan ini dianggap penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pemikir digital yang memiliki kesadaran moral.

Selama sesi pelatihan, Redea Institute juga memperlihatkan bagaimana model AI dapat menunjukkan bias geopolitik dan sosial, untuk memberi pemahaman langsung kepada peserta bahwa AI bukan sumber kebenaran absolut. “Kita yang memegang kendali. Tugaskitalah untuk memverifikasi informasi dan mengajarkan hal itu kepada anak-anak,” tegas Shelton.

Baca Juga :  Bencana Api Besar di Chili Selatan, Belasan Tewas dan Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Kegiatan ini turut melibatkan puluhan guru dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk pendidik dari sekolah-sekolah binaan.

Para guru mengikuti sesi pendalaman literasi AI untuk memastikan pembelajaran teknologi dapat diterapkan konsisten di ruang kelas.

Pendiri dan CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, mengapresiasi keterlibatan para pendidik dan orangtua. “Ini saat yang tepat untuk memikirkan kembali bagaimana AI berperan dalam pendidikan dan bagaimana kita menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi masa depan digital,” ungkapnya. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

SMAN 4 Kerinci Gelar Pekan Karya, Angkat Tradisi Balahak dan Kearifan Lokal
Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Gelar Karya SMAN 4 Kerinci Siap Digelar, Yuk Meriahkan Ajang Kreativitas dan Pelestarian Budaya
KOMPAS Madrasah Kerinci 2026 Resmi Dimulai, Peserta Berebut Tiket Wakili Daerah ke Tingkat Jambi
Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Resmi Dibuka, Ada untuk Jenjang S1 hingga S3
Semangat Kemerdekaan dan Kebersamaan Warnai Gebyar HUT RI ke-81 di SMAN 4 Kerinci
Gebyar HUT RI ke-81 SMAN 4 Kerinci: Menghidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kebersamaan dan Karya Siswa
Dinda Putri Khamisah, Putri Kerinci yang Bawa ITB Wakili Asia Pasifik di Final Global 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB