Kerinci, Porosjambimedia.com – Ratusan siswa kelas XII SMAN 4 Kerinci mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait keinginan mereka tetap melaksanakan acara perpisahan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas keputusan awal pihak sekolah yang sempat membatalkan kegiatan tersebut menyusul adanya pemberitaan negatif yang beredar di sejumlah media lokal.
Kepala sekolah, Nelly Afrianty, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan sebelumnya dilakukan demi menjaga nama baik sekolah serta para tenaga pendidik.
“Saya sudah menyampaikan kepada siswa bahwa perpisahan seremonial sebaiknya tidak dilaksanakan terlebih dahulu, karena muncul pemberitaan yang tidak terkonfirmasi dan berpotensi merugikan nama baik sekolah,” ujarnya.
Namun demikian, para siswa menegaskan bahwa kegiatan perpisahan tersebut merupakan inisiatif murni dari mereka, bukan program resmi sekolah. Mereka juga membantah adanya unsur pungutan liar seperti yang sempat diberitakan.
Mekanisme sumbangan iuran komite di SMA Negeri 4 Kerinci ditegaskan sebagai hasil kesepakatan bersama yang telah berlaku sejak lama. Hal ini mencakup besaran nominal iuran hingga struktur kepengurusan komite yang melibatkan peran aktif orang tua dan wali murid.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, penetapan iuran komite tersebut merupakan wujud nyata kesepakatan antara pihak sekolah dengan orang tua atau wali murid. Kebijakan ini bukanlah hal baru, melainkan aturan yang sudah ada dan diimplementasikan jauh sebelum periode kepengurusan saat ini di SMAN 4 Kerinci dimulai.
Selain nominal sumbangan, rincian mengenai siapa saja yang menjadi anggota dan pengurus komite juga telah ditetapkan secara transparan melalui prosedur yang berlaku.
Penegasan ini memberikan klarifikasi bahwa segala bentuk iuran yang berjalan saat ini memiliki landasan kesepakatan yang kuat dan berkelanjutan dari periode-periode sebelumnya.
Dan Nelly menekankan bahwa tugasnya disini sebagai pimpinan mengawasi dan memastikan bahwa dana komite tersebut digunakan sesuai rencana anggaran dari komite untuk mensupport pengembangan kegiatan sekolah yg tidakk bisa dianggarkan dari dana BOS, Terangnya.
Pihak sekolah juga telah melakukan klarifikasi kepada komite sekolah. Dari hasil konfirmasi, ketua komite menyatakan tidak pernah memberikan pernyataan kepada media terkait larangan pembayaran iuran ataupun isu pungutan seperti yang diberitakan sebelumnya.
“Setelah kami konfirmasi, ketua komite menyampaikan tidak pernah memberikan keterangan kepada media terkait iuran tersebut. Artinya informasi yang beredar tidak benar,” tegas Nelly.
Terkait rencana kegiatan, siswa kelas XII dalam rapat bersama telah menyepakati kontribusi sebesar Rp350.000 per orang. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti medali, kenang-kenangan untuk sekolah dan guru, penyediaan tenda, penampilan kesenian, serta konsumsi.
Selain itu, terdapat pula kontribusi sukarela dari siswa kelas X dan XI sebesar Rp60.000 sebagai bentuk partisipasi.
Sebagai bentuk transparansi, para siswa juga telah membuat surat pernyataan resmi yang menegaskan bahwa seluruh rencana kegiatan dan pembiayaan merupakan hasil kesepakatan bersama siswa. Pernyataan tersebut juga bertujuan meluruskan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Dengan adanya kesepakatan ini, siswa berharap kegiatan perpisahan tetap dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa menimbulkan polemik lebih lanjut. (Hst)















