Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Internasional: Dua Peringatan Dunia dengan Sejarah dan Makna Berbeda

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Setiap tahun pada 20 November, masyarakat global memperingati Hari Anak Sedunia, sebuah momentum yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak anak di seluruh dunia. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada Kamis, 20 November 2025 dan kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi generasi muda.

Namun, Hari Anak Sedunia bukan satu-satunya peringatan yang mengangkat isu perlindungan anak. Di berbagai negara, terdapat pula Hari Anak Internasional yang diperingati pada 1 Juni, meskipun tanggal ini tidak berlaku universal. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, bahkan memilih tanggal yang berbeda, seperti Minggu kedua bulan Juni.

Asal-Usul Dua Tanggal Berbeda

Penetapan Hari Anak Sedunia berakar dari keputusan Majelis Umum PBB. Pada 20 November 1959, PBB mengumumkan Deklarasi Hak-Hak Anak, yang kemudian diperkuat pada 20 November 1989 melalui pengesahan Konvensi Hak Anak. Dua momen penting ini menjadikan 20 November sebagai tanggal yang dipandang memiliki nilai historis mendalam.

Baca Juga :  Kerusuhan Demo di Iran Tewaskan Enam Orang, Donald Trump Keluarkan Peringatan Keras

Di sisi lain, Hari Anak Internasional muncul jauh lebih awal. Tanggal 1 Juni dipilih pada 1949 oleh Federasi Demokrasi Internasional Perempuan di Moskow sebagai bentuk reaksi terhadap berbagai perlakuan buruk terhadap anak-anak selama masa perang dan perubahan sosial besar dunia. Perayaan ini kemudian menyebar ke banyak negara, terutama di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah.

Tujuan Peringatan yang Tidak Sama

Walau sama-sama menyoroti hak anak, kedua perayaan ini memiliki fokus yang berbeda.

• Hari Anak Sedunia menekankan pada upaya global untuk memberi anak-anak lingkungan yang aman, menjamin hak fundamental mereka, dan memastikan suara mereka didengar.

• Hari Anak Internasional lebih menyoroti isu perlindungan dari eksploitasi, penghapusan pekerja anak, serta akses pendidikan setara bagi setiap anak.

Akar Sejarah Gerakan Perlindungan Anak

Peringatan terhadap anak bukanlah fenomena baru. Jauh sebelum penetapan PBB, berbagai kelompok sosial telah menyuarakan pentingnya perlindungan anak. Salah satu peristiwa awal tercatat pada 1856, ketika Pendeta Charles Leonard di Massachusetts menyelenggarakan kebaktian khusus untuk anak-anak. Tradisi ini kemudian berkembang, meski tidak pernah menjadi kebijakan nasional resmi di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Idul Adha di Balik Jeruji Besi: Warga Binaan Rutan Sungai Penuh Gelar Penyembelihan Hewan Kurban

Kini, Hari Anak Internasional 1 Juni diperingati di banyak negara, termasuk Armenia, Belarus, Latvia, Rusia, Estonia, Kazakhstan, hingga Uzbekistan. Setiap negara mengabadikan perayaan ini dengan cara yang berbeda, namun tetap berlandaskan upaya melindungi anak sebagai aset masa depan bangsa.

Dua peringatan ini—meski berbeda sejarah dan tanggal—sama-sama menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh aman, sehat, dan bahagia. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB