FGD Mencari Solusi Persoalan Ilegal Mining, Refinery, dan Ilegal Logging di Muratara

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Rupit, Porosjambimedia.com — Yayasan Elang Muda Tepi Barat melalui program Klub Berkawan 2025 resmi merilis hasil Focus Group Discussion (FGD) bertema “Ilegal Mining, Ilegal Refinery, Ilegal Logging — Pemuda dan Ekonomi: Mengembangkan Gagasan atas Rendahnya Kesejahteraan Anak Putus Sekolah” yang digelar di Food 15 Rupit pada Sabtu, (15 /11/2025).

FGD ini mempertemukan pemuda, akademisi, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, pelajar, mahasiswa, serta generasi muda terdampak aktivitas ekonomi ilegal untuk berdiskusi mengenai dampak kerusakan lingkungan, kesejahteraan anak, dan kondisi ekonomi pemuda di Musi Rawas Utara (Muratara).

Wabup Muratara Buka FGD: Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Solusi Pemuda

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi, yang menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan kepemudaan sepanjang berjalan di koridor yang benar. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap menerima kritik dan saran secara santun, serta membuka ruang diskusi bagi pemuda baik di kantor maupun rumah dinas.

Wabup menilai kegiatan seperti FGD ini membantu memperkaya wawasan akademis mahasiswa dan menjadi bekal penting bagi pelajar, terutama OSIS, dalam memahami dinamika sosial dan persoalan daerah.

Tiga Narasumber Bahas Dampak Tri Ilegal terhadap Pendidikan, Ekonomi, dan Ketahanan Pemuda

FGD menghadirkan tiga narasumber utama:

1. Dr. (Cand) Hermansyah Samsiar, M.Pd. – Akademisi dan pemerhati sosial-lingkungan

2. Chandra Hanafia – Direktur Yayasan Elang Muda Tepi Barat

3. Padli Nopiansyah – Forum Pemuda Pembaharuan

Dalam pemaparannya, Hermansyah Samsiar menjelaskan cara berpikir generasi muda (Gen Z) dalam merespons dampak aktivitas ilegal serta pentingnya literasi sosial dan lingkungan untuk memperkuat ketahanan pemuda. Ia menegaskan bahwa diskusi ini bertujuan merumuskan solusi konstruktif, bukan menghakimi pihak tertentu.

Baca Juga :  Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dedikasinya Tuai Doa

Direktur Elang Muda Tepi Barat, Chandra Hanafia, memaparkan data peningkatan angka anak putus sekolah yang berkaitan dengan tekanan ekonomi akibat maraknya aktivitas illegal mining, illegal refinery, dan illegal logging. Ia menekankan pentingnya pemetaan data sebagai dasar rekomendasi kebijakan.

“Rekomendasi utama kami adalah meminta Dinas Pendidikan memasukkan edukasi anti-3 ilegal ke dalam kurikulum muatan lokal di seluruh sekolah di Muratara,” ujarnya.

Sementara itu, Padli Nopiansyah menyoroti pola pikir masyarakat yang masih memandang aktivitas ilegal sebagai sumber pekerjaan jangka pendek, padahal merusak stabilitas sosial dan menurunkan kualitas hidup generasi mendatang.

Suara Pemuda Mengemuka: Minimnya Lapangan Kerja hingga Kekhawatiran Masa Depan

Dalam sesi tanya jawab, berbagai organisasi pemuda mengajukan pertanyaan kritis, antara lain:

GMI Muratara: Solusi bagi pemuda lulusan sekolah/ kuliah yang menghadapi minimnya peluang kerja.

Karang Taruna Karang Dapo: Apakah pembahasan tri ilegal mengarah pada legalisasi atau penertiban.

Forum OSIS Muratara: Langkah pemerintah untuk menekan pengangguran pemuda.

KAMMI: Cara sarjana muda menciptakan lapangan kerja baru di Muratara.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian pemuda terhadap masa depan pekerjaan, pendidikan, serta arah pembangunan daerah.

Dampak Tri Ilegal: Lingkungan Rusak, Ekonomi Melemah, Anak Putus Sekolah Meningkat

Baca Juga :  Prestasi Gemilang, Kerinci Terbaik II Program 3 Juta Rumah, Bonus 250 Unit Bedah Rumah

Hasil diskusi mengungkap bahwa praktik tri ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghancurkan struktur ekonomi masyarakat. Dampaknya meluas hingga menyebabkan meningkatnya kemiskinan, pengangguran, serta rendahnya akses pendidikan yang memicu angka putus sekolah.

FGD menekankan bahwa fenomena ini harus ditangani dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, mengingat kerusakan yang ditimbulkan sudah berdampak pada masa depan generasi muda.

Lima Rekomendasi Utama FGD Klub Berkawan 2025

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis:

1. Meminta Dinas Pendidikan Muratara memasukkan materi Anti-3 Ilegal dalam Kurikulum Muatan Lokal.

2. Mendorong DPRD Muratara membahas regulasi yang memperkuat legalitas usaha rakyat pada sektor yang terdampak tri ilegal.

3. Mendorong Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menyiapkan program peningkatan kompetensi tenaga kerja.

4. Mengajak generasi muda Muratara berkolaborasi dalam gerakan peduli lingkungan dan kampanye anti-aktivitas ilegal.

5. Menginisiasi gerakan anti-ilegal di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat.

Melalui FGD ini, Yayasan Elang Muda Tepi Barat berharap lahir langkah-langkah konkret untuk menghentikan ketergantungan masyarakat pada aktivitas ilegal serta memperkuat ketahanan ekonomi pemuda. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun kesadaran kolektif demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan generasi Muratara.

Editor : Hesty

Sumber Berita : KAMMI

Berita Terkait

Peduli Dampak Kabut Asap, SMSI Kerinci-Sungai Penuh Bagikan 10 Ribu Masker Gratis
Mahasiswa BEM UNJA Bangun Sistem Pemantauan Air Berbasis Masyarakat di Desa Pudak
Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar
BPC HIPMI Kerinci Gelar Aksi Sosial Pembagian Ribuan Masker
SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir
Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dedikasinya Tuai Doa
SMAN 4 Kerinci Peduli Bencana: Salurkan Bantuan Bagi Korban Puting Beliung Desa Tutung Bungkuk
Aksi Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Tuai Apresiasi, 100 Kotak Nasi dan 100 Jus Dibagikan Gratis
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB