5 Burung Paling Mematikan di Dunia, Salah Satunya Berasal dari Indonesia

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Burung sering dianggap sebagai makhluk yang anggun dan penuh pesona. Warna bulunya yang menarik dan suara kicauannya membuat banyak orang menjadikannya simbol kecantikan, kebebasan, hingga keberanian.

Namun di balik citra tersebut, ada sejumlah spesies Burung yang justru memiliki tingkat agresivitas tinggi dan dapat membahayakan manusia.

Beberapa di antaranya merupakan predator kuat, sementara lainnya memiliki insting teritorial yang sangat kuat.

Berikut daftar lima burung yang dianggap paling mematikan di dunia.

1. Kasuari – Si Penjaga Hutan yang Sangat Agresif

Meski berpenampilan eksotis dengan leher biru dan bulu hitam pekat, kasuari dikenal sebagai burung paling berbahaya yang masih hidup di dunia. Kaki kasuari dilengkapi cakar panjang menyerupai pisau yang mampu mencabik dalam satu serangan cepat. Lompatan setingginya satu meter membuat serangannya semakin mematikan.

Burung ini juga memiliki pelindung keras di kepalanya, dan walaupun tak bisa terbang, kecepatannya berlari membuatnya sulit dihindari. Serangan kasuari telah tercatat di Papua, Indonesia, Papua Nugini, serta Australia bagian utara.

Habitat: Hutan hujan tropis Papua dan Australia utara.

2. Burung Unta – Raksasa Cepat dari Afrika

Sebagai burung terbesar di bumi, burung unta menyimpan kekuatan yang mengerikan. Tingginya bisa mencapai hampir 3 meter, dengan berat di atas 150 kilogram. Tendangan burung ini dikenal mampu mematahkan tulang dan bahkan menewaskan predator atau manusia.

Baca Juga :  Jet Pribadi Terbakar Saat Tinggal Landas di Bandara Maine, Delapan Penumpang Dibawa ke Lokasi Aman

Meski tidak memiliki gigi dan tidak bisa terbang, burung unta dapat berlari hingga 70 km/jam. Ketika merasa terpojok, kuku tajam di kakinya berubah menjadi senjata mematikan.

Habitat: Sabana dan padang rumput Afrika sub-Sahara.

3. Elang Harpy – Penguasa Tajam Hutan Amazon

Elang harpy adalah salah satu burung pemangsa paling kuat di planet ini. Dengan cakar sebesar tangan manusia dan kekuatan mencengkeram luar biasa, burung ini mampu mengangkat hewan seperti monyet atau sloth saat terbang.

Bentangan sayapnya mencapai dua meter dan sifatnya sangat teritorial. Gangguan sekecil apa pun di sekitar sarangnya dapat memicu serangan agresif, termasuk terhadap manusia.

Habitat: Hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan.

4. Elang Emas – Pemangsa Cepat dari Pegunungan

Elang emas terkenal dengan kemampuannya menyerang dengan kecepatan tinggi dan menangkap mangsa berukuran besar. Dalam beberapa kasus, burung ini bahkan mampu menjatuhkan kambing gunung dari ketinggian dengan strategi serangan yang presisi.

Walaupun jarang menyerang manusia, sifat teritorialnya membuat elang emas tidak segan menantang siapa pun yang dianggap mengganggu.

Baca Juga :  Sheila Dara Hadiri Prosesi Pemakaman Suami dengan Sikap Tegar

Habitat: Pegunungan di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika Utara.

5. Burung Hantu Elang Eurasia – Pemburu Senyap Malam Hari

Burung hantu elang dikenal sebagai predator malam yang sangat efisien. Dengan penglihatan tajam dan kemampuan terbang tanpa suara, burung ini dapat menangkap mangsa mulai dari tikus hingga hewan peliharaan kecil.

Jika sarangnya terancam, burung hantu elang dapat menunjukkan agresi dan menyerang manusia secara tiba-tiba, meski kejadian ini cukup langka.

Habitat: Kawasan hutan dan perbukitan di Eropa, Asia, hingga Afrika Utara.

Burung-burung ini menunjukkan bahwa tidak semua makhluk bersayap ramah bagi manusia. Sebagian dari mereka adalah predator tingkat tinggi yang memegang peran penting dalam ekosistem, namun tetap harus dihormati dan dihindari jika ditemui di alam liar. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB