JAKARTA, Porosjambimedia.com— Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2030, dengan nilai mencapai US$220 miliar hingga US$360 miliar, atau setara Rp5.993 triliun (kurs Rp16.649 per dolar AS).
Prediksi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi digital ASEAN, dengan kontribusi sekitar 40 persen dari total ekonomi digital kawasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Aset Kripto (IAKD) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
“Percepatan ekonomi digital terus mendorong kontribusinya terhadap perekonomian dunia. Tahun lalu, ekonomi digital global sudah menyumbang lebih dari 15 persen terhadap PDB dunia,” ujar Hasan.
Indonesia Jadi “Powerhouse” Ekonomi Digital ASEAN
Menurut data Prasasti Center for Policy Studies (Agustus 2025), Indonesia kini menyumbang sekitar 40 persen dari total nilai ekonomi digital ASEAN, sementara sisanya berasal dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Pertumbuhan ini akan terus meningkat sejalan dengan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menargetkan nilai ekonomi digital kawasan mencapai US$2 triliun atau sekitar Rp33.000 triliun pada tahun 2030.
“Indonesia diproyeksikan tetap menjadi pusat ekonomi digital ASEAN hingga 2030 dengan nilai yang bisa menembus US$360 miliar,” ungkap Hasan.
Kolaborasi Jadi Kunci Akselerasi Digital
Hasan menegaskan bahwa percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital tidak dapat berjalan sendiri tanpa kerja sama lintas lembaga dan sektor industri.
“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara kementerian, lembaga, otoritas, dan pelaku industri agar ekosistem digital dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Forum seperti FEKDI x IFSE 2025, lanjut Hasan, menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi tersebut dapat mendorong inovasi, memperkuat kebijakan digital, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Transformasi Digital Jadi Agenda Nasional
Transformasi digital kini telah menjadi bagian dari agenda strategis nasional dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di tengah kompetisi global berbasis teknologi.
“Transformasi ekonomi dan keuangan digital bukan sekadar tren, tapi bagian dari strategi bangsa untuk membangun kemandirian dan daya saing ekonomi,” tutup Hasan. (Hst)
Sumber Berita : CNN INDONESIA















