Porosjambimedia.com, JAKARTA – Penyanyi sekaligus aktor senior Jaja Miharja baru saja menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut menjadi momen bersejarah bagi pria 84 tahun itu yang sudah lebih dari enam dekade berkarya di dunia seni dan hiburan.
Di balik kebahagiaan tersebut, ada banyak cerita yang mengiringinya, serta alasan dirinya mendapatkan penghargaan, kisah persiapan mendadak menuju Istana, hingga kenangan panjang perjalanan karier yang penuh suka duka.
Jaja Miharja menyebut penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk apresiasi negara kepada seniman-seniman yang sudah lama berkarya.
Ia merasa bangga karena perjuangannya selama ini akhirnya mendapat pengakuan resmi,meski Masih Gunakan Kursi Roda “Atas dianugerahi sama Presiden, Bintang Budaya Parama Dharma. Itu penghargaan buat seniman tua lah yang berjasa. Ayah kan banyak menekuni kesenian,” ujar Jaja Miharja saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).
Alasan Jaja Miharja dapat Tanda Kehormatan Jaja Miharja menyebut penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk apresiasi negara kepada seniman-seniman yang sudah lama berkarya. Ia merasa bangga karena perjuangannya selama ini akhirnya mendapat pengakuan resmi, Jaja sudah menekuni dunia seni melalui grup Orkes Melayu yang ia bentuk sendiri. Kala itu, musik dangdut kerap dipandang sebelah mata dan sering dicemooh. Namun, ia tetap bertahan dan menekuni jalannya di dunia hiburan.
“Apaan orkes melayu? Enggak maju lah. Karena gue berjuang, makanya kalau orang ada satu kerjaan tekunin. Nih buat generasi muda nih ye. Misalnye lu mau jadi apa? Terusin,” lanjut Jaja.
Undangan itu datang secara mendadak dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang langsung meneleponnya. Momen itu begitu istimewa bagi dirinya. Bahkan, demi tampil rapi di hadapan Presiden, Jaja sampai menjahit jas baru khusus untuk acara penganugerahan tersebut. “Ini jas baru nih, baru jahit. Baru banget ini. Iyaa mendadak, kayaknya cuman ayah yang dadakan,” kata Jaja sambil tertawa.
Rasa haru tak bisa disembunyikan Jaja Miharja saat menerima langsung penghargaan dari Presiden Prabowo.
Ia bahkan hampir menangis di Istana karena merasa momen itu begitu istimewa. “Bukan kaget lagi, tapi gembira Alhamdulillah. Lah yang ngasih presiden, bukan camat, Presiden ini, Alhamdulillah,” ujar Jaja. Jaja Miharja Kenang Pernah Dibayar Pakai Telur Asin Presiden Prabowo bahkan sempat menepuk pundak Jaja sambil memberikan pesan singkat agar ia terus berkarya. Pesan itu begitu membekas di hati Jaja.
Selain dikenal sebagai musisi, Jaja Miharja juga populer berkat kiprahnya sebagai pembawa acara Kuis Dangdut sejak 1994 hingga 14 tahun lamanya. Dari program tersebut, ia melekat dengan gaya jenakanya dan ucapan khas yang legendaris.
Iya. Ayah di kuis saja 14 tahun. Di kuis dangdut,” ujar Jaja mengenang masa jayanya. Lewat acara itu, namanya semakin melambung dan dikenal lintas generasi. Banyak orang masih mengingat sosoknya dengan ekspresi kocak serta celetukan spontan yang menjadi ciri khas. Bagi Jaja, pengalaman memandu Kuis Dangdut adalah bagian penting dari perjalanan panjangnya di dunia hiburan
Ia merasa acara itu turut membentuk identitasnya di mata publik. Jaja juga tak pernah melupakan masa-masa sulit di awal karier. Ia bercerita pernah mendapat bayaran berupa telur asin setelah tampil di sebuah hajatan di Brebes.
“Dibayar sama telor udah, iya. Saya dibayar sama telor, di Brebes, beberapa peti itu. Pas kita pulang setiap kali lewat pasar mampir, jual telor sampe abis tuh, sampai Jakarta,” kenangnya.
Kala itu, hujan deras membuat acara sepi tamu sehingga tuan rumah tak mampu membayar orkes dengan uang.
Dengan penuh sungkan, sang pemilik acara lalu mengganti bayaran dengan telur asin. Meski terdengar sederhana, pengalaman itu sangat berkesan bagi Jaja. Kini, di usianya yang ke-84 tahun, ia merasa sudah melewati semua fase dalam hidupnya.
“Hampir semua sudah, tinggal, ya kita kan umur ya, sekarang 84 ayah, semua udah hampir terlaksana,” tutur Jaja.
Editor : Hesty















