RKPD Jambi 2025 – Pembangunan Jangan Sekadar Narasi Elite

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Rifki Irpandi (Mahasiswa Universitas Jambi)

Prosjambimedia.com, Jambi – Sebagai seorang mahasiswa yang tumbuh dan hidup di Jambi, saya menyambut baik digelarnya Musrenbang RKPD 2025 oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Namun, sebagai bagian dari generasi muda yang terdidik dan berpikir kritis, saya merasa perlu menyampaikan keresahan yang semakin nyata perencanaan pembangunan di daerah ini terlalu sering berhenti di level narasi dipenuhi jargon, tapi minim transformasi nyata di lapangan.

Tema besar RKPD tahun ini “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Hijau”, memang terdengar megah. Tapi coba kita berfikir sejenak, siapa yang benar-benar memahami dan merasakan dampaknya? Apakah para petani di Merangin atau masyarakat pesisir di Tanjung Jabung sudah merasakan pembangunan yang “inklusif”? Atau hanya segelintir elite birokrasi yang sibuk menyusun slide PowerPoint, sementara ketimpangan tetap menganga?

Gubernur Al Haris mengangkat tiga isu strategis: ketimpangan wilayah dan pendapatan, daya saing daerah, serta resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim. Tapi sayangnya, ini bukan isu baru. Kami sudah mendengar semua ini sejak lama. Pertanyaannya apa yang berbeda tahun ini?

Baca Juga :  Presiden Prabowo Naikkan Anggaran Riset Nasional Jadi Rp12 Triliun, Fokus Swasembada dan Industrialisasi

Saya juga mempertanyakan logika pembangunan yang hanya fokus pada angka. Ya, IPM naik jadi 73,73 persen. Ya, angka kemiskinan turun 0,12 persen. Tapi apakah itu berarti kemiskinan struktural telah selesai? Apakah itu berarti anak-anak di pelosok sudah tidak lagi kekurangan gizi atau harus menyeberang sungai demi sekolah?

Kita juga harus kritis terhadap penggunaan istilah “ekonomi hijau.” Di tengah proyek tambang, deforestasi, dan polusi yang terus berlangsung di berbagai wilayah Jambi, wacana pembangunan berkelanjutan seolah jadi kosmetik politik semata. Jargon hijau tidak bisa menutupi fakta bahwa ruang hidup masyarakat adat dan lingkungan kita terus tergerus atas nama pertumbuhan ekonomi.

Rifki Irpandi juga menyampaikan harapannya jika program ini harus berpihak kepada masyarakat dan jangan sampai program ini hanya menjadi kegiatan seremonial saja, dan ini juga harus menjadi catatan bahwa pemerintah harus lebih inklusif untuk melibatkan masyarakat, mahasiswa dalam dialog publik untuk pembangunan Provinsi Jambi Ini agar lebih baik kedepannya.

“Saya tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan harus berpihak, bukan dibungkus dalam program-program top-down yang tidak menyentuh realitas masyarakat. Musrenbang seharusnya bukan sekadar seremoni tahunan, tempat para pejabat berfoto dan memberi sambutan panjang. Ia seharusnya jadi ruang demokrasi substantif, di mana suara petani, buruh, perempuan, mahasiswa, dan kelompok rentan didengar sebagai bagian dari aktor pembangunan,” ujarnya

Baca Juga :  Waspada Camfecting! 7 Cara Melindungi Kamera Ponsel dari Intipan Hacker

Jika pemerintah serius dengan semangat “terukur dan memiliki daya ungkit”, maka tolong jangan lagi menyusun RKPD dengan logika pengeluaran anggaran, tetapi mulailah dengan logika kebutuhan rakyat. Kurangi program mercusuar yang menyerap dana besar namun tak berdampak. Tingkatkan transparansi anggaran dan buka akses bagi publik untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan. Karena pembangunan yang tidak dikritisi, adalah pembangunan yang bisa menyesatkan.

“Saya percaya Jambi bisa tumbuh dengan adil, hijau, dan inklusif. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau pemerintah mau mendengar, berpihak, dan berani berubah. Kami, mahasiswa, akan terus mengawal,” tambahnya Jum’at (13/06/2025).

Penulis : Muhammad Rifki Irpandi (Mahasiswa Universitas Jambi)

Editor : Hesty

Berita Terkait

Menerka Karakter Manusia Kerinci
PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.
HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi
‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ
Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Baru Diluncurkan, Freelander 8 Raup 5.000 Pesanan Hanya dalam 12 Jam
Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden
4 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Bekas agar Tak Berakhir Jadi Sampah
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB