Porosjambimedia.com, JAMBI – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi menggelar rapat koordinasi bersama Ketua LAM Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dalam rangka mempersiapkan perayaan Hari Adat Melayu (HAM) Provinsi Jambi yang bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat LAM Provinsi Jambi pada Senin, 2 Juni 2025.
Dalam rapat, disepakati bahwa puncak peringatan Hari Adat Melayu Jambi akan digelar pada Sabtu, 28 Juni 2025, sehari setelah tanggal resmi 1 Muharram yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Penetapan ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih optimal.
“Puncak acara akan kita pusatkan di Kota Jambi sebagai Ibu Kota Provinsi, dan direncanakan berlangsung di kawasan Islamic Center atau arena MTQ,” ungkap salah satu pimpinan rapat. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh LAM kabupaten/kota bersama kepala daerah masing-masing.
Dalam acara puncak nanti, akan digelar prosesi turun dari anjungan rumah adat oleh perwakilan kabupaten/kota, disertai dengan penyerahan sertifikat dan hadiah bagi para pemenang lomba yang telah diselenggarakan. Total terdapat empat jenis lomba, yakni:
1. Lomba mewarnai tokoh pahlawan, rumah adat, dan pakaian adat.
2. Lomba evaluasi dan verifikasi kelompok belajar adat di kabupaten/kota.
3. Lomba makanan khas tradisional daerah.
4. Pemberian penghargaan kepada kelompok yang berhasil dalam pengembangan budaya lokal.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mendorong sektor ekonomi lokal, khususnya melalui promosi kuliner tradisional. LAM Provinsi Jambi berencana memberikan rekomendasi kepada pihak perhotelan agar memasukkan makanan khas daerah sebagai menu utama, lengkap dengan sertifikasi halal untuk menunjang standar layanan.
Tak hanya itu, seluruh kabupaten/kota di Jambi juga diminta untuk secara serentak menyelenggarakan peringatan Hari Adat Melayu Jambi di wilayah masing-masing pada 1 Muharram 1447 H. Ini dimaksudkan untuk menciptakan partisipasi yang lebih luas dan merata di seluruh penjuru provinsi.
Saat dikonfirmasi poros jambi media,
Ketua pelaksana kegiatan, Sadin, juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya pendidikan budaya sejak dini melalui buku-buku ajar yang telah disiapkan oleh LAM Provinsi Jambi.
“Kita sudah siapkan buku ajar dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Ini harus kita sebarluaskan ke seluruh institusi pendidikan agar nilai-nilai budaya bisa tertanam sejak dini,” ujar Pak Sadin.
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Adat Melayu Jambi ini adalah bagian dari usaha bersama untuk “membangkitkan batang terendam”, menggali kembali nilai-nilai adat istiadat lokal agar tidak dilupakan oleh generasi mendatang.
“Kalau kita meniadakan sejarah, kita seperti bayi seumur hidup. Maka jangan sampai kita melupakan sejarah kita sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menguatkan identitas budaya dan mempererat persatuan masyarakat adat Melayu Jambi di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Penulis : ZR
Editor : SAFWANDI















