Agama dan Negara: Apakah bisa bersatu?

- Redaksi

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Pada tanggal 16 Juli 2024, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menggelar acara bersejarah, yaitu Sekolah Parlemen 2024. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran keparlemenan bagi diaspora Indonesia di Timur Tengah, tetapi juga menyoroti sebuah pertanyaan yang relevan dalam konteks global saat ini: apakah agama dan negara bisa bersatu?

Menghadirkan Pembicara Dari Indonesia

Prof. Dr. Sunny Ummul Firdaus S.H., M.H., seorang guru besar di bidang tata hukum negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menjadi pemateri pada gelar wicara di hari pertama Sekolah Parlemen 2024, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme mahasiswa Timur Tengah terhadap keparlemenan. Menurutnya, stereotip bahwa mahasiswa di Timur Tengah hanya tertarik pada studi agama ternyata terbantahkan dengan partisipasi mereka dalam acara Sekolah Parlemen ini.

Peristiwa ini mencerminkan dinamika kompleks antara agama dan negara. Di banyak negara, agama sering kali menjadi faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Namun, tantangan muncul ketika agama digunakan sebagai landasan untuk kebijakan publik dan hukum negara. Hal ini dapat memicu ketegangan antar-kelompok atau bahkan konflik di masyarakat.

Baca Juga :  Wako Alfin Resmi Buka FLS2N, O2SN dan Sejumlah Lomba Pendidikan Tingkat Kota Sungai Penuh 2026

Hadir Sebagai Sebuah Wadah Baru

Sekolah Parlemen 2024 memberikan contoh bagaimana pendekatan inklusif dapat memperkuat integrasi sosial di antara warga negara yang memiliki latar belakang agama yang beragam. Partisipasi aktif dari mahasiswa diaspora Indonesia, yang berasal dari berbagai latar belakang agama, menunjukkan bahwa dialog dan toleransi dapat menjadi jalan untuk mencapai kesatuan dalam keragaman.

Acara yang diadakan oleh Kementerian Koordinator II PPMI Mesir ini merupakan sebuah gebrakan baru yang diadakan dalam sejarah mahasiswa Indonesia di Mesir. “Sekolah Parlemen 2024 ini memang bukan program unggulan dari kabinet PPMI, namun memang Sekolah Parlemen 2024 ini merupakan program terbaru yang sangat bagus dari PPMI.”
Ungkap Iqbal Ibnu Farhan, Lc., selaku Wakil Presiden PPMI Mesir dalam sambutannya.

Selain dari Prof. Sunny, Kemenkoan II juga mendatangkan Christina Ariani, S.E., S.H., M.H., yang merupakan Aggota Komisi I DPR RI dan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP., Wakil Ketua Komisi X DPR RI via luring dan menggelar telewicara bersama mereka dengan pembahasan yang masih berada di koridor hukum perundang-undangan dan tata laksana penyelenggaraannya di Indonesia.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Daftar PIP 2026 untuk SD, SMP, dan SMA: Bisa Lewat HP, Ini Syaratnya

Setelah para peserta mendapatkan pembekalan, mereka dituntut untuk melakukan simulasi sebagai anggota dewan dan mengesahkan satu rancangan undang-undang (RUU) melalui sidang komisi dan paripurna yang akan diadakan pada tanggal 20-21 Juli mendatang.

“Meskipun
agama dan negara mungkin memiliki perbedaan dalam orientasi dan fokusnya, acara seperti Sekolah Parlemen 2024 menegaskan bahwa ada cara untuk menyatukan keduanya dalam bingkai yang saling menghormati dan memperkuat. Ini adalah langkah positif menuju masyarakat yang lebih harmonis dan berintegrasi, di mana nilai-nilai agama dan kepentingan negara dapat beriringan menuju kemajuan bersama, “ungkap Iqbal Farhan

Penulis : Robi

Sumber Berita : Dubes cairo, Mesir.

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 72 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB