Kerinci, Porosjambimedia.com — Sebanyak 460 peserta dari 25 Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Kerinci mengikuti peragaan manasik haji yang dilaksanakan di lapangan PTPN Regional IV Kebun Teh Kayu Aro Kerinci. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar sebagai bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai keagamaan dan rangkaian ibadah haji kepada anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., M.M. Dalam kesempatan tersebut, H. Pahrizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), kepala RA, Guru, Panitia, serta orang tua yang telah mendukung terlaksananya kegiatan.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus IGRA, kepala RA, para guru, panitia, serta orang tua yang telah bersama-sama mendukung dan menyukseskan kegiatan peragaan manasik haji ini,” ujar H. Pahrizal.
Ia juga berpesan kepada para guru RA agar senantiasa bersabar dalam mendidik anak-anak.
“Anak-anak RA masih berada pada usia yang sangat dini. Tentunya dalam mendidik mereka dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan kasih sayang, karena setiap anak memiliki karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda,” pesannya.
Kepada para orang tua, Kakankemenag juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari anak.
“Pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua di lingkungan keluarga.”ingatnya.
Sementara itu, Umi Dewan Hikmah, Jasnila Pahrizal menyampaikan bahwa peragaan manasik haji bukan sekadar kegiatan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada anak. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sejak usia dini.
“Di balik pakaian ihram yang digunakan pada hari ini, terdapat pesan pendidikan yang sangat berarti. Kita sedang menanamkan nilai keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sejak usia dini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rangkaian manasik haji juga mengandung berbagai nilai pendidikan karakter, di antaranya ketaatan, kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, serta sikap saling membantu.
Menurutnya, usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, pendidikan agama tidak cukup diberikan melalui teori semata, tetapi perlu ditanamkan melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengalaman nyata yang sesuai dengan perkembangan anak.
Ketua IGRA Kabupaten Kerinci, Hj. Zarmita menyampaikan laporan bahwa kegiatan peragaan manasik haji tahun ini diikuti oleh 25 RA dengan jumlah peserta mencapai 460 anak. Ia mengapresiasi dukungan seluruh kepala RA, guru, panitia, dan wali murid sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan kepala RA, para guru, panitia, dan wali murid. Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman sekaligus pembelajaran agama yang berkesan bagi anak-anak,” ujarnya.
Peragaan manasik haji tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata bagi peserta didik RA untuk mengenal rangkaian ibadah haji secara sederhana dan menyenangkan. Selain memperkenalkan praktik ibadah, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media penanaman nilai keimanan, kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini. (Humas)















