Sungai Penuh, Porosjambimedia.com– Dalam upaya mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang komprehensif dan berdampak nyata, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh, Sahat Parsaulian, menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi.
Kegiatan strategis ini diinisiasi sebagai langkah persiapan pembentukan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) di tingkat Kantor Wilayah, sekaligus perancangan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (KELAYAN BINTER) pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi dan Bapas Kelas II Muara Bungo. Di samping itu, forum ini juga menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat kapasitas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kebapasan di lapangan.
Kehadiran Sahat Parsaulian dalam forum diskusi ini menegaskan komitmen Rutan Kelas IIB Sungai Penuh untuk bersinergi erat dengan Bapas. Sebagai bagian dari sistem peradilan pidana di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan memiliki peran krusial di tahap awal pembinaan, yang nantinya akan dilanjutkan dengan proses bimbingan lanjutan oleh PK Bapas.
“Penguatan fungsi PK Bapas sangat bergantung pada kolaborasi antar-UPT. Kami di Rutan Sungai Penuh siap menjadi mitra yang solid agar proses asimilasi maupun integrasi sosial warga binaan kita dapat terlaksana dengan optimal dan tepat sasaran,” ungkap Sahat Parsaulian.
Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayah Jambi dapat menyatukan persepsi dan merumuskan langkah-langkah konkret, sehingga kualitas layanan bimbingan integrasi semakin profesional, humanis, dan menjamin masa depan yang lebih baik bagi para warga binaan yang kembali ke masyarakat. (Hst)















