KERINCI, Porosjambimedia.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Kebun Teh Kayu Aro sebagai kawasan agro wisata unggulan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Kerinci, Monadi, saat menghadiri peringatan 100 Tahun Kebun Teh Kayu Aro yang digelar di Wisma Ria PTPN Kayu Aro, Selasa (30/12/2025).
Peringatan satu abad kebun teh legendaris ini menjadi momentum penting mengenang perjalanan panjang Kayu Aro sejak berdiri pada 1925 hingga kini sebagai salah satu perkebunan teh tertua dan terbesar di Asia Tenggara.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci Murison, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Direktur Strategic and Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo, Ketua DPRD Kerinci Irwandri, Sekda Kerinci Zainal Efendi, unsur Forkopimda, serta jajaran manajemen PTPN IV Regional IV.
Rangkaian kegiatan peringatan dimulai dengan agenda Teh Rabas di areal perkebunan, dilanjutkan dengan seremoni puncak, peluncuran teh kemasan edisi khusus 100 tahun, pertunjukan seni budaya, hingga kunjungan ke museum dan pabrik pengolahan teh Kayu Aro.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi menekankan bahwa Kebun Teh Kayu Aro bukan hanya aset perkebunan, tetapi juga warisan sejarah dan identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
“Seratus tahun Kebun Teh Kayu Aro adalah bukti kekuatan sejarah, alam, dan kerja keras masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai pusat agro wisata yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan,” ujar Monadi.
Ia menambahkan, pengembangan Kebun Teh Kayu Aro harus sejalan dengan pelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Direktur Strategic and Sustainability PTPN IV, Ugun Untaryo, menyatakan bahwa Kebun Teh Kayu Aro memiliki nilai strategis sebagai simbol keberlanjutan industri perkebunan nasional.
“Kayu Aro bukan hanya penghasil teh berkualitas dunia, tetapi juga warisan sejarah bangsa. Di usia satu abad ini, PTPN IV berkomitmen menjadikannya model perkebunan teh berkelanjutan yang berdaya saing global,” ungkapnya.
Peluncuran teh kemasan edisi spesial 100 tahun dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat branding teh nasional di pasar domestik dan internasional.
Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap peringatan satu abad Kebun Teh Kayu Aro menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Hst)















