Kopi Kerinci Diproyeksikan Tembus Pasar Global, Pemprov Jambi Siapkan Strategi Ekspor Terpadu

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Porosjambimedia.com – Kopi Kerinci mulai diarahkan untuk naik kelas dari komoditas perkebunan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kualitas, identitas, hingga jalur pemasaran kopi Kerinci agar dapat menembus pasar Eropa dan Asia.

Strategi tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., saat menjadi narasumber dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).

Menurut Ariansyah, peluang kopi Kerinci untuk masuk ke pasar global terbuka lebar. Namun, peluang tersebut harus diikuti peningkatan mutu serta kemampuan pelaku usaha memenuhi standar yang ditetapkan pasar internasional.

Dorong Kopi Kerinci Naik Kelas

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendorong kopi arabika dan robusta Kerinci masuk ke segmen premium specialty coffee.

Pengembangan tidak hanya diarahkan pada komoditas dalam bentuk green bean. Produk kopi juga akan diperluas menjadi roasted coffee, ground coffee, micro-lot, capsule hingga drip bag.

Metode pengolahan seperti honey dan natural juga dinilai dapat menjadi bagian dari karakter produk yang ditawarkan kepada konsumen internasional.

“Kita mendorong kopi arabika dan robusta Kerinci untuk dikembangkan sebagai premium speciality coffee, termasuk melalui konsep single origin, indikasi geografis, hingga produk bernilai tambah,” kata Ariansyah.

Dengan pendekatan tersebut, kopi Kerinci diharapkan memiliki identitas yang lebih kuat sekaligus mampu memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Setiap Desa Didorong Punya Identitas Kopi

Pemprov Jambi juga mengembangkan gagasan satu desa satu profil kopi. Konsep ini bertujuan memberikan identitas yang jelas terhadap kopi yang dihasilkan dari masing-masing wilayah.

Karakter rasa, varietas, lokasi kebun serta metode pengolahan akan menjadi bagian dari identitas produk. Dengan demikian, konsumen maupun buyer dari luar negeri dapat mengetahui asal-usul dan karakter kopi yang mereka beli.

Sistem traceability berbasis QR Code juga diproyeksikan menjadi bagian dari strategi tersebut.

Melalui kode tersebut, informasi mengenai petani, lokasi perkebunan, varietas dan proses pengolahan dapat ditelusuri. Sistem ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan pasar.

Menurut Ariansyah, aspek ketertelusuran semakin penting karena pasar internasional memiliki tuntutan yang semakin ketat, termasuk regulasi Uni Eropa terkait produk dan komoditas yang berkaitan dengan deforestasi.

Baca Juga :  Kerinci 100 2026 Kian Mendunia, Ratusan Pelari dari 12 Negara Taklukkan Rute Ekstrem Gunung Kerinci

Bidik Pasar Eropa dan Asia

Untuk memperluas pasar, sejumlah negara di Eropa dan Asia masuk dalam radar pengembangan ekspor kopi Jambi.

Pasar yang dibidik antara lain Belgia, Belanda, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Singapura hingga Uni Emirat Arab.

Ariansyah menekankan bahwa penetrasi pasar tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Strategi ini harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan petani, promosi, hingga memastikan kopi Kerinci memiliki akses langsung ke pasar ekspor,” ujarnya.

Rancang Kerinci Coffee Export Center

Untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat, Pemprov Jambi mendorong pembentukan Kerinci Coffee Export Center.

Pusat tersebut dirancang menjadi fasilitas terpadu yang dapat mendukung berbagai kebutuhan industri kopi, mulai dari pengendalian mutu dan grading, laboratorium cupping, roasting, pengemasan, pergudangan, sertifikasi hingga business matching dengan calon buyer.

Keberadaan fasilitas terpadu diharapkan mampu memangkas berbagai kendala yang selama ini dihadapi pelaku usaha ketika ingin membawa produk kopi Kerinci ke pasar internasional.

Bentuk Task Force Khusus Ekspor Kopi

Strategi penguatan ekspor juga akan didukung melalui pembentukan Jambi Coffee Export Task Force.

Forum koordinasi lintas sektor tersebut direncanakan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Kementerian Perdagangan, perwakilan RI di luar negeri, koperasi serta eksportir.

Tim ini nantinya diarahkan untuk membuka jaringan pasar baru, mencari calon pembeli potensial serta menjaga kesinambungan hubungan bisnis dan kontrak ekspor.

Buyer Akan Diajak Datang ke Kerinci

Pemprov Jambi tidak hanya mengandalkan promosi dari jauh. Calon pembeli internasional juga akan diarahkan untuk melihat langsung sentra produksi kopi melalui program Buyer to Kerinci.

Melalui program tersebut, buyer dapat mengunjungi kebun kopi, melihat proses pengolahan, mengikuti kegiatan cupping, menghadiri festival kopi hingga melakukan business matching dengan petani dan pelaku usaha.

“Buyer harus kita datangkan langsung ke Kerinci. Mereka bisa melihat kebun, proses pengolahan dan kualitas kopi secara langsung,” jelas Ariansyah.

Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan sekaligus mempertemukan produsen dengan pembeli tanpa terlalu banyak mata rantai pemasaran.

Baca Juga :  Apel Perdana Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Monadi Tegaskan ASN Kembali Fokus Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab

Digitalisasi Promosi hingga Penguatan Logistik

Promosi kopi Jambi juga akan diperkuat melalui kanal digital. Website, katalog elektronik, video profil produk dan media sosial akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi Kerinci kepada calon konsumen dan buyer mancanegara.

Di sisi lain, pemerintah juga melihat pentingnya pembenahan jalur logistik.

Penguatan akses melalui Pelabuhan Talang Duku, fasilitas pergudangan, ketersediaan kontainer hingga layanan freight forwarding menjadi bagian dari upaya memperlancar arus ekspor.

Langkah tersebut diperlukan agar produk kopi tidak terus bergantung pada jalur distribusi dari daerah lain.

Petani Didorong Penuhi Standar Produksi

Peningkatan daya saing tidak hanya bergantung pada pemasaran. Kualitas harus dibangun sejak tingkat perkebunan.

Karena itu, petani dan pelaku usaha didorong menerapkan prinsip Good Agricultural Practices, Good Processing, Good Storage hingga Good Export.

Standar tersebut diharapkan menjadi fondasi agar kualitas kopi tetap konsisten dari kebun hingga sampai ke tangan konsumen.

Targetkan Puluhan Negara Tujuan Ekspor

Pemprov Jambi menargetkan kopi Jambi dapat memasuki 15–20 negara tujuan ekspor, didukung sekitar 30–50 buyer aktif serta lebih dari 10 koperasi ekspor.

Program tersebut juga diarahkan melibatkan ribuan petani tersertifikasi serta memastikan produk kopi memiliki sistem ketertelusuran.

Selain meningkatkan volume ekspor, pemerintah ingin memperkuat posisi kopi Jambi di pasar specialty coffee sekaligus memperbesar porsi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian strategi tersebut diarahkan untuk membangun “Kopi Kerinci Go Global” sebagai identitas kopi asal Jambi yang mampu bersaing, dikenal dan memiliki tempat di pasar kopi dunia.

Bagi petani Kerinci, cita-cita tersebut bukan sekadar tentang mengirim biji kopi ke luar negeri. Lebih jauh, ekspor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan serta membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. (Hst)

Berita Terkait

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah
Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai
Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE
Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE
Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial
Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19 WIB

PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.

Jumat, 11 September 2026 - 22:50 WIB

HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi

Senin, 7 September 2026 - 10:27 WIB

‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:06 WIB

Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:13 WIB

LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemimpin Viral Belum Tentu Pemimpin Ideal

Berita Terbaru