Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi, Porosjambimedia.com – Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi bersama warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat mengolah sekam padi menjadi biochar melalui teknologi sederhana. Kegiatan ini menjadi upaya pemanfaatan limbah pertanian sekaligus pengembangan bahan pembenah tanah yang berpotensi mendukung pengelolaan lahan gambut di Desa Pudak.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sekaligus mengurangi limbah pertanian. Melalui pengolahan sederhana, sekam padi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diubah menjadi biochar yang berpotensi digunakan sebagai salah satu bahan pembenah tanah dan media tanam.

Bagi sebagian masyarakat, sekam padi mungkin hanya dipandang sebagai sisa dari proses penggilingan. Namun, melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama Kelompok Tani Usaha Sepakat menunjukkan bahwa limbah pertanian tersebut masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

“Daripada sekam padi yang tidak digunakan hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk, lebih baik sekam padinya kita manfaatkan menjadi arang hayati. Nantinya biochar ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam media tanam,” ujar Ahmad Al Fauzan, Ketua PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026.

 

Kolaborasi Mahasiswa Bersama Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani

Kegiatan pembuatan biochar tidak dilakukan secara sepihak oleh mahasiswa. Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat turut terlibat secara langsung dalam proses pengolahan sekam padi, mulai dari persiapan bahan hingga proses pembakaran.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan limbah pertanian, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat dan memahami prosesnya sehingga teknologi sederhana tersebut dapat diterapkan secara mandiri di kemudian hari.

 

Mengubah Sekam Padi Menjadi Arang Hayati

Proses pembuatan biochar dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana melalui ‘tong pembakaran yang telah dimodifikasi’. Tong tersebut digunakan sebagai tempat pembakaran sekam dengan kondisi yang dikendalikan agar sekam tidak terbakar seluruhnya menjadi abu.

Baca Juga :  Pidato Haru Kaesang Tutup Rakernas PSI, Tekankan Target Bangun Kekuatan Politik Nasional

Sekam padi kemudian dimasukkan ke dalam tong dan disusun pada bagian yang telah disiapkan. Proses pembakaran dilakukan secara bertahap hingga sekam mengalami perubahan menjadi arang.

Selama proses berlangsung, mahasiswa bersama warga Desa Pudak dan anggota Kelompok Tani Usaha Sepakat memperhatikan kondisi pembakaran agar sekam tidak seluruhnya berubah menjadi abu. Setelah sekam mulai menjadi arang, bahan tersebut dapat diaduk secara perlahan untuk membantu meratakan proses pembakaran.

Pengadukan dilakukan agar bagian sekam yang belum terbakar dapat memperoleh panas secara lebih merata. Dengan demikian, biochar yang dihasilkan diharapkan memiliki tingkat kematangan yang lebih seragam.

Setelah proses pembakaran selesai, biochar kemudian didinginkan dan dipersiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam media tanam.

Biochar dan Potensinya bagi Lahan Gambut

Pemanfaatan biochar menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan kondisi lahan di Desa Pudak yang memiliki karakteristik ‘lahan gambut’.

Tanah gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah mineral, salah satunya tingkat keasaman yang relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lahan untuk kegiatan pertanian.

Biochar berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembenah tanah. Karakteristiknya dapat membantu memperbaiki beberapa sifat media tanam, termasuk kondisi fisik tanah serta kemampuan tanah dalam mempertahankan air dan menyediakan ruang bagi unsur hara.

“Biochar ini nantinya bisa dikembangkan untuk dicampurkan dengan media tanam, termasuk dalam pengelolaan lahan gambut. Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah ternyata masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan,” jelas Fauzan.

Penggunaan biochar tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Biochar bukan solusi tunggal untuk seluruh permasalahan tanah, tetapi dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam pengelolaan media tanam secara lebih berkelanjutan.

Dari Sekam, Tumbuh Semangat Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan yang dilakukan bersama Kelompok Tani Usaha Sepakat ini bukan hanya menghasilkan biochar, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun keberlanjutan pemanfaatan limbah pertanian di Desa Pudak.

Baca Juga :  Ahmad Dhani Sambut Status Baru sebagai Kakek, Pilih Dipanggil “Kiki” dan Siapkan Kejutan Tak Biasa

Melalui kolaborasi antara mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 dan masyarakat Desa Pudak, sekam padi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang berpotensi mendukung kegiatan pertanian. Proses yang dilakukan secara langsung juga memberikan pengalaman kepada warga Desa Pudak dan anggota kelompok tani mengenai cara mengolah sekam menjadi biochar dengan menggunakan teknologi sederhana.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada proses pembuatan biochar. Untuk memastikan pemanfaatan dan produksi biochar dapat terus dilanjutkan, dibentuk Sistem Berbasis Biochar Daya Guna Masyarakat (SIBERDAYA) sebagai tim yang akan melanjutkan kegiatan pengolahan sekam padi menjadi biochar di Desa Pudak.

Dengan adanya SIBERDAYA, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan bersama mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Sebaliknya, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat melalui kegiatan produksi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bagi Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat, keterlibatan dalam proses pembuatan biochar menjadi pengalaman baru dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Sementara bagi SIBERDAYA, keberlanjutan produksi biochar menjadi kesempatan untuk mengembangkan inovasi sederhana yang memiliki potensi memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada akhirnya, inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Terkadang, perubahan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana—dari sekam padi yang dianggap sebagai limbah, menjadi arang hayati yang memiliki potensi untuk kembali memberi manfaat bagi tanah dan pertanian.

Berita Terkait

Peduli Dampak Kabut Asap, SMSI Kerinci-Sungai Penuh Bagikan 10 Ribu Masker Gratis
Mahasiswa BEM UNJA Bangun Sistem Pemantauan Air Berbasis Masyarakat di Desa Pudak
BPC HIPMI Kerinci Gelar Aksi Sosial Pembagian Ribuan Masker
SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir
Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dedikasinya Tuai Doa
SMAN 4 Kerinci Peduli Bencana: Salurkan Bantuan Bagi Korban Puting Beliung Desa Tutung Bungkuk
Aksi Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Tuai Apresiasi, 100 Kotak Nasi dan 100 Jus Dibagikan Gratis
Mari Ulurkan Tangan: Muhammad Farlan, Remaja 17 Tahun di Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB