MUARO JAMBI, Porosjambimedia.com – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengajak masyarakat Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, untuk kembali memperkuat nilai-nilai adat sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Abdullah Sani saat menghadiri peringatan HUT ke-56 Desa Talang Duku, Jumat (21/8/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat dan aparatur pemerintahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.
Beberapa hal yang menjadi perhatian Wagub Jambi antara lain keberadaan geng motor, penyalahgunaan narkotika, serta ancaman intoleransi dan radikalisme.
Hari Jadi Desa Jadi Momentum Evaluasi
Menurut Abdullah Sani, peringatan hari jadi desa hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai capaian pembangunan sekaligus merancang program yang lebih baik untuk masa mendatang.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pemanfaatan teknologi.
Dengan pembangunan yang seimbang, desa diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih mandiri.
Adat Dinilai Penting Menjaga Persatuan
Dalam sambutannya, Abdullah Sani juga mengingatkan masyarakat agar perkembangan zaman tidak membuat nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun semakin ditinggalkan.
Menurutnya, adat memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Ia juga menyinggung pentingnya mempertahankan budaya menghormati orang tua, termasuk kebiasaan bersalaman dan mencium tangan sebagai bentuk penghormatan.
Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, kata dia, harus tetap diimbangi dengan penanaman nilai kesopanan serta karakter yang baik kepada generasi muda.
Waspadai Geng Motor dan Narkotika
Abdullah Sani secara khusus meminta seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan memperkuat upaya pencegahan terhadap gangguan keamanan dan berbagai persoalan sosial.
Ia menyebut geng motor, narkotika, intoleransi dan radikalisme sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Untuk itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan aparat keamanan dinilai penting. Sekretaris daerah, camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danramil hingga Kapolsek diharapkan dapat bekerja bersama dalam menjaga keamanan wilayah.
Pencegahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga diharapkan tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi turut berperan aktif menjaga lingkungan dan melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan.
Perkuat Pemahaman Agama dan Kebangsaan
Selain menjaga keamanan, Abdullah Sani mengajak masyarakat memperkuat pemahaman keagamaan dengan tetap menjadikan ulama sebagai rujukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bernegara, termasuk Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Menurutnya, penguatan nilai agama dan wawasan kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian adat istiadat masyarakat Jambi.
Talang Duku Terus Bergerak Maju
Abdullah Sani berharap Desa Talang Duku dan desa-desa lainnya di Kabupaten Muaro Jambi dapat terus berkembang menjadi wilayah yang aman, nyaman, damai dan memiliki masyarakat yang semakin sejahtera.
Sementara itu, Kepala Desa Talang Duku Muslim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi atas dukungan terhadap pelaksanaan HUT ke-56 desa tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan serta subsidi dari Bupati Muaro Jambi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan hari jadi desa.
Peringatan HUT ke-56 Desa Talang Duku turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Sejumlah perlombaan antardusun, di antaranya panjat pinang dan lomba karung, telah berlangsung sejak 16 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Muaro Jambi, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat serta sejumlah tamu undangan. (Hst)















