SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Kedisiplinan merupakan kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pemasyarakatan. Mengawali hari dengan komitmen tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh melaksanakan agenda apel pagi rutin yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Sahat Parsaulian.
Apel pagi ini menjadi langkah krusial untuk mengonsolidasikan kekuatan tugas serta fungsi, menyelaraskan informasi kedinasan, dan memastikan seluruh jajaran berada dalam kondisi prima sebelum terjun ke pos tugas masing-masing.
Inspeksi Mendadak Kelengkapan Atribut Pegawai
Guna memastikan standar kepatuhan internal berjalan secara optimal, rangkaian kegiatan pagi tersebut langsung dilanjutkan dengan inspeksi kelengkapan atribut secara mendetail. Bekerja sama dengan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) yang bertindak sebagai motor penegak disiplin, Karutan menyisir satu per satu barisan pegawai.
Pengecekan ketat ini menyasar kedisiplinan berpakaian secara menyeluruh, mulai dari potongan rambut, kelengkapan emblem dan tanda pangkat, hingga kesesuaian sepatu dinas.
Langkah penertiban ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penurunan kedisiplinan di kalangan aparatur negara.
Menjadi Role Model Pemasyarakatan
Dalam arahannya, Karutan Sahat Parsaulian menegaskan bahwa setiap petugas pemasyarakatan harus mampu menjadi role model atau teladan yang baik. Keteladanan ini tidak hanya berlaku bagi sesama rekan kerja, melainkan yang terpenting adalah di hadapan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Menurut Sahat, kerapian atribut dinilai bukan sekadar kepatuhan formalitas pada aturan tertulis. Lebih dari itu, penampilan yang rapi dan sesuai standar melambangkan wujud nyata dari rasa kebanggaan serta tanggung jawab moral seorang petugas terhadap institusi pemasyarakatan. (Hst)















