JAKARTA, Porosjambimedia.com – Banyak ibu baru merasa khawatir ketika produksi ASI belum keluar banyak pada minggu pertama setelah melahirkan. Kondisi ini kerap memicu kecemasan, padahal secara medis hal tersebut merupakan proses yang normal dalam fase awal menyusui.
Pada masa awal laktasi, tubuh ibu masih menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan bayi. Menariknya, proses ini sangat dipengaruhi oleh frekuensi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin kuat rangsangan bagi tubuh untuk memproduksi ASI.
Frekuensi Menyusui di Minggu Pertama
Di hari-hari awal, bayi biasanya menyusu sangat sering, bahkan setiap 2–3 jam. Dalam sehari, frekuensi menyusui bisa mencapai 8 hingga 14 kali, atau bahkan lebih.
Jumlah ASI yang dikonsumsi bayi juga masih sedikit karena ukuran lambungnya masih kecil, di antaranya:
• Hari 1: sekitar 2–10 ml
• Hari 2: sekitar 5–15 ml
• Hari 3: sekitar 15–30 ml
• Hari 4: sekitar 30–60 ml
Kondisi ini sepenuhnya normal dan akan meningkat seiring waktu.
Pentingnya Kolostrum
Pada hari-hari awal, payudara menghasilkan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang kaya nutrisi dan antibodi. Meski jumlahnya sedikit, kolostrum sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi.
Dalam beberapa hari, kolostrum akan berubah menjadi ASI matang dengan jumlah yang lebih banyak.
Cara Mengoptimalkan Produksi ASI
Mengacu pada panduan dari National Health Service (NHS), ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI:
• Sering menyusui: Semakin sering bayi menyusu, semakin meningkat produksi ASI
• Kontak kulit (skin to skin): Membantu bayi lebih tenang dan merangsang hormon produksi ASI
• Perhatikan pelekatan: Posisi yang tepat membuat ASI keluar lebih optimal
• Menyusui di malam hari: Hormon prolaktin meningkat di malam hari
• Hindari dot dan susu formula di awal: Agar bayi tetap terbiasa menyusu langsung
Kenali Tanda Bayi Lapar
Agar proses menyusui lebih efektif, ibu perlu mengenali tanda awal bayi lapar, seperti:
• Gelisah
• Mengisap tangan
• Mengeluarkan suara
• Mencari puting
Memberikan ASI sebelum bayi menangis akan membuat proses menyusui lebih mudah.
Tetap Tenang dan Konsisten
Produksi ASI yang belum banyak di awal bukan berarti tidak cukup. Tubuh ibu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kebutuhan bayi.
Jika mengalami kesulitan, ibu disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan pemahaman yang baik dan dukungan yang cukup, proses menyusui di minggu pertama dapat berjalan lebih lancar dan nyaman bagi ibu maupun bayi. (Hst)















