Jakarta, Porosjambimedia.com –Menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat, mulai dari tiket mudik, penginapan, pakaian baru, hingga bingkisan untuk keluarga. Banyak pekerja mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan agar pekerja menyusun skala prioritas sebelum membelanjakan THR. Menurutnya, kebutuhan seperti tiket transportasi mudik sebaiknya diamankan lebih awal karena harga cenderung naik dan ketersediaan terbatas saat mendekati Lebaran.
Sementara kebutuhan lain seperti membeli pakaian baru, parsel, atau memberikan amplop kepada keluarga masih bisa dipenuhi setelah THR diterima. Dengan cara ini, pengeluaran dapat lebih terkontrol dan tidak menimbulkan tekanan finansial sebelum hari raya tiba.
Selain untuk konsumsi, THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Tejasari menyarankan sebagian dana dialokasikan untuk melunasi utang, baik kartu kredit, paylater, maupun pinjaman lainnya. Dengan beban cicilan yang berkurang, kemampuan menabung di bulan berikutnya bisa lebih besar.
Ia juga menganjurkan pembagian alokasi, misalnya sebagian untuk kebutuhan Lebaran, sebagian untuk membayar utang, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi atau menambah dana darurat. Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak sekadar habis sesaat, tetapi memberi dampak jangka panjang bagi stabilitas keuangan. (Khy)















