Jakarta, Porosjambimedia.com – Pelatih kepala panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, membantah tuduhan dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan kecewa atas tudingan tersebut setelah dirinya dinonaktifkan sementara dari jabatan pelatih kepala pelatnas oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia.
Penonaktifan itu tertuang dalam surat keputusan federasi menyusul adanya aduan dari delapan atlet pelatnas yang didampingi psikolog kepada Ketua Umum Yenny Wahid. Aduan tersebut berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas.
Hendra menegaskan bahwa selama melatih sejak 2012, ia menerapkan pola latihan disiplin dan tegas untuk membentuk mental atlet. Ia membantah keras melakukan tindakan pelecehan seperti yang dituduhkan.
Ia mengakui pernah memeluk serta mencium kening atau ubun-ubun atlet dalam situasi tertentu, seperti saat atlet menangis usai latihan atau pertandingan. Namun menurutnya, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral dan tidak pernah memiliki unsur pelecehan.
Terkait status nonaktif, Hendra menyatakan menerima keputusan federasi. Meski demikian, ia menyayangkan belum adanya permintaan klarifikasi langsung kepada dirinya sejak surat keputusan diterbitkan.
Di sisi lain, anggota tim investigasi FPTI, Robertus Robet, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berjalan. Pihaknya saat ini memprioritaskan pengumpulan keterangan dari para atlet guna melindungi martabat dan kepentingan mereka sebelum meminta penjelasan dari pelatih yang dinonaktifkan.
Kasus ini menjadi perhatian publik olahraga nasional, mengingat Hendra merupakan pelatih yang turut mengantarkan Veddriq Leonardo meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024. (Khy)















