Jakarta, Porosjambimedia.com – Binaragawan sekaligus praktisi kebugaran Ade Rai membagikan pandangannya tentang pola makan sahur agar tubuh tetap kuat menjalani puasa. Ia menyarankan untuk tidak mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan saat sahur karena dinilai dapat memicu rasa lapar lebih cepat di siang hari.
Menurutnya, asupan karbohidrat sederhana dalam jumlah besar bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun dalam waktu singkat. Pola naik-turun energi ini sering membuat tubuh terasa lemas dan mudah lapar beberapa jam setelah makan.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai efek “roller coaster energi”, yakni saat kadar gula darah meningkat tajam setelah makan, kemudian turun drastis. Ketika gula darah menurun, tubuh memunculkan sinyal lapar meski sebenarnya baru saja mengonsumsi makanan.
Karena itu, ia menyarankan agar menu sahur lebih difokuskan pada sumber protein dan lemak sehat. Protein dinilai membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara lemak sehat dapat menjadi sumber energi yang lebih stabil selama puasa. Sayuran tetap dianjurkan, terutama yang tinggi serat dan rendah gula.
Dalam kondisi puasa, tubuh memang akan beradaptasi dengan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Menurutnya, proses adaptasi ini bisa berjalan lebih nyaman bila asupan karbohidrat sederhana tidak berlebihan sejak awal.
Meski begitu, pola makan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Keseimbangan gizi tetap penting agar kebutuhan nutrisi harian terpenuhi dan tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan. (Ai)















