Depok,Porosjambimedia.com – Purbaya Yudhi Sadewa Berbagi Motivasi untuk Wisudawan UI
Suasana wisuda di Universitas Indonesia Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026 di Balairung UI, Depok, terasa istimewa dengan kehadiran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman serta pesan inspiratif bagi para lulusan baru.
Ketika ditanya mengenai perasaan galau setelah wisuda, Purbaya mengaku dirinya termasuk beruntung. Ia sudah mendapatkan pekerjaan sebelum resmi lulus kuliah, sehingga tidak mengalami kebingungan mencari arah setelah menyandang gelar sarjana. Namun, ia menyadari bahwa tidak semua lulusan memiliki kondisi yang sama.
Menurutnya, fase kebingungan setelah wisuda adalah hal yang wajar. Dunia kerja memiliki tantangan berbeda dibandingkan kehidupan kampus. Meski begitu, ia mengingatkan agar para lulusan tidak merasa takut menghadapi perubahan tersebut.
Dunia Nyata Penuh Tantangan, Tapi Jangan Gentar
Purbaya, yang merupakan lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung, menekankan bahwa bekal ilmu selama kuliah seharusnya cukup menjadi fondasi untuk melangkah ke tahap berikutnya. Kunci utamanya adalah tetap fokus, menjaga semangat, dan terus mengembangkan diri.
Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa para lulusan muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi dan masa depan bangsa. Generasi baru, menurutnya, akan menjadi pelaku utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ketekunan Lebih Penting dari Sekadar Nilai
Ia juga memberikan dorongan khusus bagi wisudawan yang merasa nilai akademiknya belum maksimal. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh IPK tinggi, melainkan oleh ketekunan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.
Pesan utamanya sederhana namun kuat: jangan pesimis, terus belajar, dan berani menghadapi tantangan. Dengan sikap tersebut, lulusan baru diharapkan mampu beradaptasi dan berkembang di dunia kerja yang terus berubah.
Melalui motivasi ini, Purbaya mengajak para sarjana baru untuk melihat masa depan sebagai peluang, bukan ancaman. (Ai)















