Inggris Tuduh Rusia Bunuh Alexei Navalny dengan Racun Katak Langka

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com -Inggris menuduh Rusia bertanggung jawab atas kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny dengan menggunakan racun langka yang berasal dari katak panah beracun. Racun tersebut diketahui bernama epibatidine, neurotoksin yang sangat kuat dan jarang ditemukan.

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan BBC pada Minggu (15/2/2026), Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyatakan bahwa hanya pemerintah Rusia yang memiliki kemampuan, motif, dan kesempatan untuk menggunakan racun tersebut selama Navalny ditahan di koloni penjara Siberia. Inggris bersama sekutunya, termasuk Swedia, Prancis, Jerman, dan Belanda, menyampaikan kesimpulan itu berdasarkan analisis ilmiah terhadap sampel biologis Navalny.

Namun, pihak Kremlin membantah tuduhan tersebut. Juru bicara pemerintah Rusia, Maria Zakharova, menyebut tuduhan itu sebagai kampanye informasi yang bermotif politik. Pemerintah Rusia melalui kantor berita negara juga menolak keterlibatan dalam kematian Navalny.

Baca Juga :  Kumpulan Ucapan Happy Eid Mubarak 2026, Penuh Doa dan Makna untuk Idul Fitri 1447 H

Epibatidine diketahui berasal dari katak panah beracun di Amerika Selatan. Racun ini bekerja pada sistem saraf pusat dan memiliki potensi hingga 200 kali lebih kuat daripada morfin. Efeknya dapat menyebabkan kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, detak jantung melambat, hingga kematian.

Pakar toksikologi Jill Johnson menjelaskan bahwa racun ini sangat langka dan sulit diperoleh karena hanya ditemukan pada spesies katak tertentu di alam liar, serta tidak dihasilkan oleh katak yang hidup di penangkaran. Keberadaan zat tersebut di tubuh Navalny dinilai tidak memiliki penjelasan alami yang masuk akal.

Navalny meninggal dunia pada 16 Februari Cctv2024 saat menjalani hukuman penjara di wilayah Arktik Rusia pada usia 47 tahun. Ia dikenal sebagai tokoh oposisi paling vokal yang kerap mengkritik Presidenpemerintahannya Rusia Vladimir Putin dan .

Baca Juga :  Percakapan Tentang Haji Menjadi Trending Topik, Warganet Apresiasi Pelayanan Haji Kementerian Agama

Istri Navalny, Yulia Navalnaya, sebelumnya telah menyatakan keyakinannya bahwa suaminya diracun. Ia juga mengapresiasi upaya negara-negara Eropa yang melakukan investigasi selama dua tahun untuk mengungkap penyebab kematian tersebut.

Pemerintah Inggris juga telah melaporkan temuan ini kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia sebagai dugaan pelanggaran Konvensi Senjata Kimia. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa Navalny meninggalkan warisan penting dalam perjuangan melawan otoritarianisme dan membela demokrasi. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB