London, Porosjambimedia.com – Larry, kucing paling terkenal di Inggris, merayakan 15 tahun pengabdiannya sebagai pemburu tikus utama di kantor Perdana Menteri yang berlokasi di 10 Downing Street. Sejak pertama kali tiba pada 15 Februari 2011, Larry telah menjadi penghuni tetap dan bagian dari tradisi unik di pusat pemerintahan Inggris.
Dilansir AFP, Minggu (15/2/2026), Larry diadopsi dari Battersea Dogs and Cats Home saat diperkirakan berusia sekitar empat tahun, pada masa pemerintahan Perdana Menteri David Cameron. Sejak saat itu, ia secara resmi menyandang gelar “Chief Mouser to the Cabinet Office” atau pemburu tikus utama Kantor Kabinet.
Selain tugas utamanya mengendalikan populasi tikus, Larry juga dikenal dengan rutinitas khasnya, seperti menyambut tamu negara, berpatroli di area keamanan, hingga “menguji” furnitur dengan tidur siang. Kehadirannya menjadi simbol yang akrab di tengah dinamika politik Inggris.
Selama masa tugasnya, Larry telah melewati enam perdana menteri, termasuk Keir Starmer, Rishi Sunak, dan Liz Truss, serta menyaksikan berbagai peristiwa besar seperti Brexit dan pandemi COVID-19.
Kucing yang kini diperkirakan berusia sekitar 19 tahun ini juga sering menarik perhatian para pemimpin dunia. Pada Desember lalu, Larry terlihat berada di depan pintu saat menyambut Presiden Volodymyr Zelensky dari Ukraina. Bahkan pada Januari 2026, ia sempat membuat fotografer tersandung saat kunjungan Presiden Polandia.
Larry juga pernah mencuri perhatian Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia. Dalam kunjungan kerja ke London pada November 2024, Prabowo sempat mengelus Larry dan mengunggah momen tersebut di media sosial. Pada pertemuan berikutnya dengan PM Starmer pada Januari 2026, Larry kembali muncul dan berjalan melintas seolah menyambut Prabowo.
Kini, Larry berbagi tempat tinggal dengan JoJo dan Prince, kucing milik keluarga Starmer. Meski perdana menteri terus berganti, Larry tetap dianggap sebagai “pegawai negeri sipil tetap” yang akan terus tinggal di Downing Street.
Kucing ini bukan satu-satunya hewan yang terkenal di lingkungan politik dunia. Di Amerika Serikat, kucing bernama Socks pernah tinggal di Gedung Putih selama masa pemerintahan Bill Clinton. Sementara di Belgia, kucing bernama Maximus menjadi maskot Perdana Menteri Bart De Wever.
Di Indonesia sendiri, Presiden Prabowo juga memiliki kucing peliharaan bernama Bobby yang ikut pindah ke Istana Kepresidenan setelah ia resmi menjabat sebagai presiden pada 2024.
Keberadaan Larry membuktikan bahwa di tengah dunia politik yang serius, sosok sederhana seperti seekor kucing mampu menjadi simbol kehangatan, stabilitas, dan bahkan diplomasi yang tak terduga. (Dta)















