Tak Punya Biaya Berobat, Korban Setrum Listrik Pulang Paksa dari RSU dalam Keadaan Lumpuh

- Redaksi

Minggu, 18 Februari 2024 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – ARIADI (35), warga Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dikabarkan harus pulang paksa dari rumah sakit, lantaran tidak punya biaya untuk berobat.

Bapak muda itu, dilaporkan terkena sengatan arus listrik pada Rabu (14/2) di rumahnya, setelah pulang dari mencoblos di TPS.

Minggu (18/2), sejumlah wartawan mencoba memastian kondisi Ariadi di kediamannya saat ini, tepatnya di Dusun Tuo Desa Baru Semerah.

Setelah melewati lorong kecil yang becek, akhirnya sampai di sebuah gubuk kecil ukuran dua kali tiga meter. Di gubuk itu lah, tinggal sepasang suami istri Ariadi dan Kabtiah, bersama beberapa anak-anak mereka.

Gubuk kecil itu, selain berfungsi sebagai kamar juga dijadikan ruang makan dan juga sekaligus sebagai ruang tamu. Di petak sempit samping rumah, dimanfaatkan sebagai dapur.

Tak ada barang mewah di rumah itu. Hanya bantal dan selimut lusuh, yang digunakan untuk menyelimuti badan Ariadi dari hawa dingin.

Sesekali dia terlihat meringis kesakitan. Tangan kanannya terlihat terus gemetar, sedangkan bagian tubuh lainnya tak bisa digerakkan sama sekali.

“Sudah empat hari dia hanya terbaring saja di rumah,” kata Kabtiah, istri dari Ariadi saat ditanya warga dan wartawan soal kondisi suaminya pasca pulang dari rumah sakit.

Baca Juga :  Kades, Mukhsin : Nanti malam kami duduk secara kekeluargaan

Selain lumpuh, akibat sengatan listrik juga membuat tubuh suaminya mulai terasa sakit, terutama di sebelah kanan.

“Kalau kemarin di sebelah kanan tubuhnya mati rasa. Sekarang sekujur tubuh suami saya mulai merasakan sakit, tangan kanannya tidak berhenti gemetar,” tambah Kabtiah.

Tak hanya itu, banyak lagi keluhan lain yang timbul. Suami yang semulanya sehat, saat ini ketika hendak diangkat untuk buang air, malah ususnya juga ikut keluar.

“Kalau buang air ususnya keluar panjang sekali. Padahal sebelumnya dia tidak pernah kena penyakit ambeien,”jelas Kabtiah.

Saat ini, dia hanya bisa pasrah terhadap nasib yang menimpa keluarganya. Karena tidak punya biaya berobat, suaminya hanya mampu dirawat seadanya.

Dia juga mengakui, ketika pulang dari rumah sakit umum Mayjend HA Thalib, juga pulang paksa. Dokter belum mengizinkan suaminya pulang karena kondisinya yang masih sakit parah.

Namun karena tidak ada biaya, dia harus membawa sang suami keluar dari rumah sakit, agar tagihan perawatan tidak semakin banyak.

“Kami dibantu oleh pemerintahan desa dan patungan keluarga. Mulai dari ambulan sampai ke biaya perawatan. Kalau saya tidak punya apa-apa, makan saja tidak ada,”bebernya.

Ke depan, Kabtiah mengaku tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyembuhkan sang suami tercinta. Terlebih obat yang dibawa pulang dari rumah sakit sudah habis.

Baca Juga :  Kodim 0417/Kerinci dan Polres Kerinci Bersinergi Bagikan Takjil kepada Masyarakat

“Tadinya mau mintak bantu ke Bidan Desa. Tapi obat untuk suami saya tidak ada, harus dokter yang menanganinya,”ungkapnya.

Selama ini, Kabtiah bersama suami tinggal di ladang, mengais rezeki dengan menggarap lahan milik induk semang nya. Dia pulang ke desa hanya untuk ikut mencoblos.

“Mau kembali ke ladang tidak mungkin dengan kondisi suami sakit begini. Tapi kalau tetap di desa siapa yang akan memberi kami makan,”sebutnya sambil menangis.

Pemerintah desa sendiri, sudah melakukan berbagai upaya agar warganya bisa tertangani. Hanya saja, sejauh ini belum ada solusi yang nyata.

“Mau buat BPJS Kesehatan, baru akan berlaku 14 hari lagi, sedangkan Ariadi harus ditangani sekarang juga,”beber Bahrul, staf Desa Baru Semerah yang ikut membantu mengurus Ariadi.

Bersama kades dan staf desa lainnya, dia sudah menghubungi pendamping sosial, dinas kesehatan, dan juga Bazda. “Kalau pendamping sosial sudah turun, tapi apa sulusinya belum jelas,”tegasnya.

Penulis : Eja

Editor : Anda

Sumber Berita : Porosjambimedia.com

Berita Terkait

Peduli Dampak Kabut Asap, SMSI Kerinci-Sungai Penuh Bagikan 10 Ribu Masker Gratis
Mahasiswa BEM UNJA Bangun Sistem Pemantauan Air Berbasis Masyarakat di Desa Pudak
Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar
BPC HIPMI Kerinci Gelar Aksi Sosial Pembagian Ribuan Masker
SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir
Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dedikasinya Tuai Doa
SMAN 4 Kerinci Peduli Bencana: Salurkan Bantuan Bagi Korban Puting Beliung Desa Tutung Bungkuk
Aksi Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Tuai Apresiasi, 100 Kotak Nasi dan 100 Jus Dibagikan Gratis
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB