Sungai Penuh, Porosjambimedia.com–Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengajak masyarakat memperkuat pendidikan agama Islam sejak dini sebagai fondasi utama membentuk generasi berakhlak dan berintegritas. Ia menegaskan, pembiasaan nilai-nilai keislaman sejak kecil menjadi kunci menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ajakan tersebut disampaikan Alfin saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh dan panitia pelaksana peringatan HUT ke-1 PT Tren Gen Horizon di ruang kerjanya, Rabu (11/2).
Dalam pertemuan itu, Alfin menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. Menurutnya, keluarga adalah madrasah pertama yang menentukan arah masa depan generasi muda.
“Peran orang tua sangat penting dan menentukan masa depan anak-anak. Jangan biarkan anak-anak lebih tertarik bermain ponsel dibandingkan mengaji. Sejak dini mereka harus dibiasakan mengaji agar tumbuh kecintaan pada nilai-nilai agama Islam,” ujar Alfin.
Ia mengingatkan, penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Karena itu, orang tua diminta lebih aktif mengontrol dan mengarahkan anak pada kegiatan yang positif, seperti mengaji sepulang sekolah.
Kebiasaan mengaji sejak dini, lanjutnya, bukan hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang tua serta guru.
Selain pendidikan Al-Qur’an, Wali Kota Sungai Penuh juga mendorong penguatan pembelajaran kitab kuning di tengah masyarakat. Ia menilai, kitab kuning memiliki peran penting dalam memperdalam ilmu fikih, akidah, dan akhlak.
Namun, ia mengakui tidak semua guru agama mampu mengajarkan kitab kuning secara mendalam. Karena itu, Alfin mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan di bidang tersebut agar bersedia berbagi ilmu.
“Bagi yang memahami kitab kuning, mari membuka pengajian di lingkungan masing-masing. Ini bagian dari ikhtiar kita memperkuat pendidikan agama Islam di Sungai Penuh,” katanya.
Alfin berharap gerakan memperkuat pendidikan agama Islam menjadi komitmen bersama antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, pendidikan agama bukan hanya bekal kehidupan dunia, tetapi juga investasi akhirat.
Dengan sinergi semua pihak, ia optimistis generasi Sungai Penuh akan tumbuh menjadi generasi religius, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Pendidikan agama Islam harus menjadi perhatian kita bersama sebagai bekal dunia dan akhirat,” tutup Alfin. (al)















