Seoul, Porosjambimedia.com— Insiden mengejutkan terjadi di Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, ketika sebuah turbin angin berukuran raksasa roboh dan menutupi badan jalan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin (2/2) sore sekitar pukul 16.41 waktu setempat.
Turbin dengan tinggi sekitar 80 meter itu patah di bagian tengah menara saat masih beroperasi. Puing-puing bilah turbin yang sempat berputar menyebar ke jalan di sekitar lokasi pembangkit listrik tenaga angin yang berada dekat kawasan Taman Byeolparang.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Jalan yang terdampak diketahui relatif sepi karena area taman sedang ditutup. Meski demikian, seorang saksi mata menyebut sebuah kendaraan yang melintas nyaris tertimpa puing dan berhasil menghindar hanya dalam hitungan detik.
Pejabat setempat menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh salah satu bilah turbin yang robek saat berputar, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dan benturan keras ke menara baja hingga akhirnya roboh.
“Setelah meninjau rekaman video bersama pihak kontraktor, kami memastikan bilah yang terlepas menyebabkan turbin kehilangan keseimbangan dan menghantam menara,” ujar seorang pejabat, dikutip dari The Korean Herald, Jumat (6/2/2026).
Saat kejadian, kecepatan angin tercatat hanya 5 hingga 7 meter per detik, jauh di bawah batas maksimal desain turbin yang mencapai 20 meter per detik. Hal ini menimbulkan tanda tanya terkait penyebab teknis kegagalan tersebut.
Kompleks pembangkit listrik tenaga angin tersebut terdiri dari 24 unit turbin dengan total kapasitas 1.650 kilowatt dan mulai beroperasi sejak 2005. Fasilitas ini diproduksi serta dipasang oleh perusahaan asal Denmark, Vestas.
Unit yang mengalami kerusakan, yakni Turbin Nomor 21, telah beroperasi selama sekitar 21 tahun. Meski bilah turbin umumnya dirancang memiliki masa pakai sekitar 20 tahun, unit ini sebelumnya dinyatakan aman dalam inspeksi keselamatan terakhir.
Pemerintah Korea Selatan melalui kementerian terkait berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh turbin di kompleks tersebut. Sementara itu, akses jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer di sekitar lokasi kejadian masih dibatasi hingga proses investigasi selesai. (Dta)















