Jakarta, Porosjambimedia.com – India bersiap mengalihkan sumber impor minyaknya ke Venezuela, menyusul kesepakatan baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan India terhadap minyak Rusia yang selama ini menjadi sorotan Washington.
Trump menyatakan, minyak mentah Venezuela akan menggantikan pasokan dari Rusia yang sebelumnya dibeli India dengan harga diskon. Pembelian minyak Rusia sempat memicu ketegangan antara AS dan India, hingga berujung pada kenaikan tarif impor terhadap produk-produk India.
“Kami sudah menyepakati kerangkanya. India akan beralih ke pasokan minyak Venezuela,” ujar Trump seperti dikutip dari CNBC, Senin (2/1/2026).
AS dan India disebut telah menjalin komunikasi intensif terkait peralihan tersebut. India sejatinya pernah menjadi pelanggan minyak Venezuela, namun menghentikan impor pada tahun lalu setelah AS memberlakukan tarif tambahan 25 persen bagi negara-negara pembeli minyak Venezuela.
Selain menggantikan pasokan Rusia, minyak Venezuela juga disebut akan menjadi alternatif pengganti minyak Iran. India menghentikan impor minyak dari Iran sejak 2019, menyusul sanksi AS terkait program nuklir Teheran.
Kala itu, India sempat meningkatkan impor minyak dari AS. Namun, seiring sanksi Barat terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina pada 2022, India beralih menjadi salah satu pembeli utama minyak Rusia yang dijual lebih murah.
Untuk menekan langkah tersebut, AS pada Agustus lalu menggandakan tarif impor barang dari India menjadi 50 persen. Washington bahkan sempat memberi sinyal kenaikan tarif lanjutan jika India tak mengurangi pembelian minyak Rusia.
Kini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut adanya peluang pencabutan tarif tambahan 25 persen bagi produk India. Sinyal itu muncul setelah tercatat penurunan signifikan impor minyak Rusia oleh New Delhi.
Sejalan dengan itu, pemerintah AS juga mencabut sebagian sanksi terhadap sektor minyak Venezuela guna mempermudah perdagangan minyak mentah. Kesepakatan ini dinilai mencerminkan membaiknya hubungan AS–India, yang sempat merenggang akibat isu energi sepanjang tahun lalu. (Dta)















