Harta Karun 500 Tahun Muncul dari Pasir Namibia: Misteri Kapal Portugis Bom Jesus

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Sebuah temuan luar biasa muncul dari hamparan pasir Gurun Namib, Namibia. Para pekerja tambang berlian secara tak sengaja menemukan bangkai kapal Portugis berusia hampir lima abad yang dipenuhi muatan bernilai tinggi, mulai dari emas, tembaga, hingga gading gajah.

Kapal tersebut kemudian dikenali sebagai Bom Jesus, kapal dagang yang dilaporkan hilang pada tahun 1533 dalam pelayaran menuju India. Lokasi penemuan berada di kawasan Sperrgebiet dekat Oranjemund, area tambang berlian dengan akses sangat terbatas. Sejak pertama kali terungkap pada 2008, situs ini langsung menjadi perhatian dunia ilmiah.

Kondisi kapal tergolong sangat terawat berkat karakteristik Gurun Namib yang kering ekstrem. Di dalamnya ditemukan lebih dari 2.000 koin emas, sekitar 22 ton batangan tembaga, serta puluhan gading yang diyakini berasal dari Afrika Barat. Muatan yang nyaris utuh itu menjadi bukti nyata betapa masifnya jalur perdagangan lintas benua pada awal era penjelajahan.

Para ahli menduga Bom Jesus terhempas badai besar di sekitar Tanjung Harapan hingga keluar dari rute pelayaran. Alih-alih tenggelam di laut, kapal justru terdorong ke daratan dan perlahan tertimbun pasir selama ratusan tahun.

Baca Juga :  Dari Davos, Presiden Prabowo Ajak Pemimpin Dunia Hadiri Ocean Impact Summit 2026 di Bali

Terjaga oleh Iklim Gurun

Keberadaan bangkai kapal di tengah gurun merupakan fenomena langka. Berbeda dari situs maritim lain yang umumnya rusak akibat air laut dan organisme, Bom Jesus terlindungi oleh pasir kering yang berfungsi seperti kapsul waktu alami.

Penelitian ilmiah menyebut kombinasi perubahan garis pantai dan kelembapan yang sangat rendah menciptakan kondisi ideal untuk pengawetan material organik maupun logam.

“Tempat ini bukan sekadar lokasi penemuan, melainkan potret utuh ekonomi dunia abad ke-16,” ujar Bruno Werz dari African Institute for Marine and Underwater Research.

Analisis terhadap muatan mengungkap adanya segel keluarga bankir Fugger dari Jerman pada batangan tembaga, menandakan ekspedisi Portugis didukung modal internasional.

Keberadaan koin emas Spanyol juga memperlihatkan keterlibatan investor lintas kerajaan dalam perdagangan Samudra Hindia.

Status Kepemilikan Jelas

Karena ditemukan di area konsesi Namdeb—perusahaan patungan pemerintah Namibia dan De Beers—proses evakuasi dilakukan secara resmi oleh tim arkeologi negara. Berdasarkan Konvensi UNESCO 2001, situs tersebut sah menjadi milik Namibia, dan Portugal memilih tidak mengajukan klaim.

Baca Juga :  BMKG : Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Jambi

Langkah ini dipuji sebagai contoh pengelolaan warisan maritim yang beretika dan kolaboratif. Pemerintah Namibia kini berencana mendirikan museum maritim di Oranjemund agar artefak dapat dipelajari sekaligus dinikmati publik.

Meski begitu, sejumlah pertanyaan besar masih menggantung: bagaimana nasib para awak Bom Jesus, mengapa kapal bisa terdampar begitu jauh ke darat, dan apakah masih ada kapal lain yang terkubur di balik sunyi pasir Namibia?

Temuan ini mengingatkan bahwa gurun, seperti halnya samudra, menyimpan jejak sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB