Komunitas True Crime Diduga Tanamkan Ideologi Kekerasan Ekstrem

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap adanya paparan ideologi kekerasan ekstrem terhadap sedikitnya 70 anak di Indonesia. Paparan tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas komunitas media sosial yang tergabung dalam jaringan True Crime Community (TCC).

Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Pol Mayndra Ekadalam, menjelaskan bahwa komunitas tersebut berkembang secara organik tanpa tokoh pendiri maupun struktur organisasi resmi. Keberadaannya tumbuh seiring pesatnya perkembangan media digital dan ketertarikan sebagian pengguna terhadap konten kekerasan serta sensasionalisme.

“Komunitas ini muncul secara sporadis di ruang digital, mempertemukan minat terhadap kekerasan ekstrem, sensasi media, dan jejaring transnasional,” ujar Mayndra dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026).

Densus 88 mengidentifikasi sejumlah grup yang terafiliasi dengan jaringan TCC, di antaranya FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn (True Crime Community), hingga Anarko Libertarian.

Sebaran Anak Terpapar di 19 Provinsi

Dari hasil pendalaman, sebanyak 70 anak diketahui menjadi anggota grup-grup tersebut dan tersebar di 19 provinsi. Wilayah dengan jumlah terbanyak berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Rinciannya meliputi DKI Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12), Jawa Timur (11), Jawa Tengah (9), Kalsel (3), Sumsel (2), Bali (2), Banten (2), Kalbar (2), Kalteng (2), Sultra (2), serta masing-masing satu anak di Lampung, DIY, NTT, Aceh, Sumut, Kepri, Riau, dan Sulteng.

Baca Juga :  Bocah 7 Tahun di Pasuruan Meninggal Dunia Usai Tertabrak Mobil Saat Tunggu Ibu Belanja

Faktor Pemicu: Bullying hingga Kurangnya Perhatian Keluarga

Mayndra mengungkapkan, sebanyak 67 anak telah menjalani asesmen, pemetaan, dan konseling sebagai bentuk intervensi dini. Mayoritas anak berada pada rentang usia 11 hingga 18 tahun.

Salah satu faktor dominan yang mendorong anak-anak bergabung ke komunitas tersebut adalah pengalaman perundungan (bullying) di sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Sebagian besar merupakan korban bullying, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” jelasnya.

Selain itu, faktor lain meliputi ketidakharmonisan keluarga, minimnya perhatian orang tua, penggunaan gawai berlebihan, serta paparan konten pornografi. Kondisi tersebut membuat anak-anak merasa komunitas daring menjadi “rumah kedua” yang memberikan ruang untuk didengar dan diterima.

“Mereka saling berdialog, memberi masukan, namun solusi yang berkembang justru mengarah pada pembenaran kekerasan,” tambah Mayndra.

Pembelian Senjata Replika dan Simbol Kekerasan

Densus 88 juga menemukan fakta bahwa sebagian anak telah membeli replika senjata api, busur, pisau, serta atribut bernuansa militer. Beberapa di antaranya diberi simbol, tulisan tokoh ekstrem, hingga narasi ideologis tertentu.

Bahkan, ditemukan pula komponen elektronik dan bahan berbahaya yang berpotensi disalahgunakan, serta buku dan konten bermuatan ideologi ekstrem.

Keterkaitan dengan Aksi Kekerasan di Luar Negeri

Dalam pengungkapan tersebut, Densus 88 turut menyoroti aksi penikaman di sebuah sekolah di Moskow, Rusia, yang diduga terinspirasi insiden bom di SMAN 72 Jakarta pada November 2025.

Baca Juga :  Odong-odong Berisi 20 Penumpang Terguling di Rumpin Bogor, Tiga Orang Luka Ringan

Pada gagang senjata pelaku penikaman di Rusia ditemukan tulisan “Jakarta Bombing 2025”, yang diketahui dari foto swafoto pelaku yang diunggah ke grup TCC.

“Indikasi kuat menunjukkan pelaku terinspirasi dari peristiwa bom di SMAN 72 Jakarta,” ujar Mayndra.

Sebagai informasi, ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2025 menyebabkan 96 pelajar mengalami luka-luka. Pelaku diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

Daftar Grup Ekstremisme yang Diikuti Anak di Bawah Umur

Densus 88 mencatat sedikitnya 27 grup ekstremisme yang diikuti anak-anak di bawah umur, antara lain:

  • TCC Community
  • True Crime Community
  • TCCland Under Akmal
  • Fuck TCC
  • TCC
  • WAG TCC Reborn
  • WAG TCC Universe
  • WAG Area TCC
  • Tanah Suci TCC
  • TCC Universe V2
  • TCC Community
  • TCC City Nueva Revolucion
  • [tccland]
  • FTCI Film True Crime Indonesia
  • Indonesia Headhunter
  • Meinchat
  • Group Kasih Sayang
  • Nuapf
  • Medenist Brigade
  • Legion Devision
  • FSP-NB
  • AZW Ragebait
  • Saranjana
  • Medenism Under Boris
  • Anarko Libertarian Maoist
  • Army of Legion
  • Have Sex With Your Gun

(Dla)

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB