JAMBI, Porosjambimedia.com — Pembangunan jalur khusus (hauling) batu bara di Provinsi Jambi terus menunjukkan perkembangan positif. Dari tiga perusahaan yang terlibat, PT Inti Tirta menjadi yang paling siap beroperasi, dengan progres mencapai 100 persen di kawasan Pelabuhan Tenam, Kabupaten Batang Hari.
Jalur hauling ini akan menjadi infrastruktur vital dalam sistem distribusi batu bara Jambi, menggantikan jalur umum yang selama ini sering menimbulkan kemacetan dan kerusakan jalan akibat aktivitas truk angkutan tambang.
Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian (PDP) Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, M. Faisal Reza, menjelaskan bahwa proyek jalan hauling ini merupakan inisiatif pihak swasta, bukan proyek pemerintah.
“Progres jalan khusus batu bara tidak ada dalam lingkup Dishub karena jalannya bersifat bisnis, bukan proyek pemerintah,” jelas Faisal, Senin (27/10/2025).
Meskipun demikian, Dishub tetap berperan dalam pengawasan, terutama pada titik pertemuan atau crossing antara jalur hauling dan jalan umum (nasional, provinsi, dan kabupaten).
“Kami hanya terlibat dalam pengawasan di titik-titik crossing untuk memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tambah Faisal.
Selain PT Inti Tirta, dua perusahaan lain juga mengerjakan proyek serupa, yaitu PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dan PT Putra Bulian Properti (PBP).
- PT Sinar Anugerah Sukses (SAS)
Perusahaan ini membangun jalan hauling sepanjang 29 kilometer yang melintasi Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi, serta mengembangkan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) seluas 70 hektare.
Sebagian besar trase di wilayah Muaro Jambi sudah mencapai tahap pengerasan jalan sepanjang 23 kilometer, sementara di Batang Hari sekitar 26 kilometer masih dalam tahap penyempurnaan dan pembebasan lahan.
PT SAS menargetkan seluruh konstruksi selesai dan beroperasi penuh pada akhir tahun 2026. Namun, proyek ini masih menghadapi kendala pembebasan lahan sekitar 8,5 kilometer serta proses penyerahan lahan dari sejumlah pihak.
- PT Putra Bulian Properti (PBP)
PT PBP saat ini menyiapkan pembangunan tahap 2 sepanjang 3 kilometer di Kabupaten Batang Hari dan tahap 3 sepanjang 47 kilometer yang menghubungkan Batang Hari dengan Sarolangun.
Seluruh proses perizinan seperti PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan) masih dalam tahap penerbitan oleh pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, PT Inti Tirta kini hanya menunggu penyempurnaan akhir, seperti pemasangan rambu lalu lintas, warning light, serta penyesuaian standar keselamatan di sepanjang jalur menuju pelabuhan.
Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan seluruh jalur hauling batu bara dapat beroperasi penuh pada akhir 2026, guna menekan dampak sosial dan infrastruktur akibat aktivitas angkutan tambang di jalan umum.
Dishub juga memastikan akan melakukan pengawasan rutin setiap malam di titik perlintasan untuk menjamin keamanan dan kelancaran jalur hauling tersebut. (Hst)
Sumber Berita : Jambiindependent.co.id















