PALEMBANG, Porosjambimedia.com – Harapan masyarakat Sumatra untuk menikmati perjalanan cepat antara Palembang dan Jambi semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus menunjukkan kemajuan signifikan dan ditargetkan tersambung penuh pada akhir tahun 2026.
Tol Palembang–Jambi digadang-gadang akan menjadi salah satu jalur vital yang memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatra. Jalan bebas hambatan ini akan memangkas waktu tempuh secara drastis, dari sebelumnya 8–9 jam menjadi hanya sekitar 4 jam.
“Proyek ini merupakan bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra yang tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui,” ujar Koentjoro, perwakilan PT Hutama Karya (Persero), selaku pelaksana proyek.
Ia menegaskan, percepatan pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya dalam proses pembebasan lahan. “Tanpa kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah, proyek sebesar ini tidak akan berjalan lancar,” tambahnya
Jalan Tol Palembang–Jambi terbagi menjadi dua seksi utama:
- Palembang–Betung (69 km)
- Betung–Tempino–Jambi (169 km)
Hingga Oktober 2025, Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino Tahap 3 sepanjang 15,4 kilometer telah selesai dibangun dan beroperasi secara fungsional. Berkat ruas baru ini, waktu tempuh antara Bayung Lencir dan Tempino kini hanya sekitar 15 menit, dari sebelumnya mencapai 1,5 jam.
Kecepatan penyelesaian proyek juga menjadi sorotan positif.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 2,7 triliun, ruas Bayung Lencir–Tempino diselesaikan lebih cepat dari jadwal, hanya dalam 473 hari kerja dari target semula 599 hari.
“Keberhasilan ini berkat penggunaan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM) yang memungkinkan perencanaan dan pengawasan konstruksi lebih efisien dan akurat,” jelas Ariel Winfried, Site Engineering Manager dari konsorsium PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Brantas Abipraya.
Dengan terus bertambahnya ruas tol yang tersambung, Trans Sumatra kini bergerak menuju era baru konektivitas dan efisiensi logistik nasional.
Kehadiran tol ini juga diharapkan dapat menurunkan biaya distribusi barang, memperkuat sektor industri, dan membuka peluang investasi baru di wilayah Sumatra bagian tengah. (Hst)
Sumber Berita : Harianmuda.disway.id















