Aksara incung Kerinci diperkirakan berasal dari abad ke-4 Masehi

- Redaksi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROSJAMBIMEDIA.COM  – Aksara Incung adalah sistem aksara yang digunakan oleh Suku Kerinci di Jambi, Indonesia, dan merupakan salah satu aksara lokal di Sumatera Tengah.

Aksara ini diperkirakan berasal dari abad ke-4 M (Masehi) dan merupakan turunan dari aksara Sumatera Kuno atau aksara Pasca Pallawa yang berakar dari aksara Brahmik India.

Aksara Incung digunakan untuk mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan Suku Kerinci, termasuk sejarah, hukum adat, sastra, dan mantra-mantra.

Aksara Incung adalah turunan dari aksara Sumatera Kuno, yang juga dikenal sebagai aksara Pasca Pallawa. Aksara ini berakar dari aksara Brahmik yang digunakan di India.

Baca Juga :  Adat lamo pasko usang Semurup, Njuk tau Jelang hari raya qurban

Di Sumatera, turunan aksara Pasca Pallawa dikenal sebagai kelompok aksara Rencong, yang terbagi menjadi tiga sub-kelompok yang terdiri dari: Surat Incung (Kerinci), Surat Ulu (Bengkulu dan Sumatera Selatan), dan Surat Lampung.

Diperkirakan Aksara Incung telah digunakan selama lebih dari ratusan tahun, bahkan sejak abad ke-4 Masehi.

Aksara Incung digunakan untuk menuliskan sejarah, hukum adat, sastra, dan mantra-mantra.

Pada masa lalu, aksara ini ditulis pada berbagai media seperti kulit kayu, tanduk kerbau, daun lontar, dan juga batu.

Aksara Incung dalam bahasa Kerinci berarti “miring” atau “terpancung”, karena bentuk hurufnya yang terdiri dari garis lurus, patah, dan melengkung.

Baca Juga :  PERKUAT PARTISIFASI POLITIK MASYARAKAT ADAT PADA PILKADA KERINCI.

Aksara Incung telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi Jambi.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk melestarikan Aksara Incung, termasuk memperkenalkan kembali dalam bentuk batik dan media lain, serta mengadakan pelatihan menulis dan membaca aksara tersebut.

Berita Terkait

Mubes Perdana Debalang Provinsi Jambi Digelar, Pengurus Kabupaten/Kota Satukan Komitmen Perkuat Marwah Adat
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Amanah Adat dan Susunan Paramenti Jelang Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup
ISMI Kerinci–Sungai Penuh Resmi Dilantik, Bupati Monadi Dorong Penguatan Peradaban Melayu
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Jadi Komitmen Bersama Alfin dan Monadi
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB