BGN Perbarui Data Penerima MBG, 1.653 Sekolah Dikeluarkan dari Daftar Sasaran

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com– Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian terhadap daftar satuan pendidikan yang menjadi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari hasil pemutakhiran data tersebut, sebanyak 1.653 satuan pendidikan di berbagai daerah dikeluarkan dari daftar penerima manfaat MBG. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari evaluasi dan penyesuaian sasaran agar pelaksanaan program pemerintah tersebut lebih tepat sasaran.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, satuan pendidikan yang dikeluarkan dari daftar penerima mayoritas merupakan sekolah dengan karakteristik tertentu. Di antaranya sekolah swasta bertaraf internasional, satuan pendidikan yang memiliki kerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang dinilai memiliki kemampuan pembiayaan secara mandiri.

Menurut Sudaryono, sejumlah sekolah tersebut juga tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung kegiatan operasional pendidikannya.

Data Penerima Terus Dimutakhirkan

Pemutakhiran sasaran MBG dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Koordinasi lintas kementerian tersebut dilakukan untuk memperoleh data yang lebih lengkap mengenai kondisi satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Ombudsman Jambi;  Kepala Unit Kerja lembaga Pemerintah, Wajib Memastikan Pelayanan Berjalan Baik.

Pendataan mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan, mulai dari sekolah negeri dan swasta, madrasah, pondok pesantren hingga berbagai lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, BGN mencatat lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum memperoleh program tersebut dan akan menjadi bagian dari sasaran perluasan layanan berikutnya.

“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya, artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” kata Sudaryono.

Banyak Sekolah Mengajukan Permohonan

BGN juga menerima berbagai permohonan dari satuan pendidikan yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG.

Namun, pengajuan tersebut tidak secara otomatis membuat sebuah sekolah langsung masuk sebagai penerima program.

BGN terlebih dahulu melakukan pemetaan dan investigasi untuk mengetahui kondisi di masing-masing wilayah. Proses tersebut diperlukan agar perluasan program mempertimbangkan kebutuhan serta skala prioritas daerah.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya melihat jumlah sekolah yang belum mendapatkan MBG, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kondisi masyarakat yang menjadi sasaran program.

Baca Juga :  Harkannas 2025 Jadi Titik Balik Penguatan Gizi dan Swasembada Protein Nasional

240 Ribu Sekolah Masih Menunggu Perluasan

Dikeluarkannya 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima bukan berarti cakupan MBG mengalami penghentian secara keseluruhan.

Sebaliknya, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memperluas layanan kepada sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum memperoleh program.

BGN menempatkan pemutakhiran data sebagai bagian penting dalam memastikan perluasan MBG berjalan secara bertahap, terukur dan sesuai sasaran.

Penyesuaian tersebut juga diharapkan membuat sumber daya program dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Ke depan, proses pendataan dan evaluasi akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan MBG. Dengan data yang semakin akurat, pemerintah diharapkan dapat menentukan prioritas penerima sekaligus memperluas manfaat program secara lebih efektif. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:16 WIB

Motor Kena Abu Vulkanik? GEN Autocare Hadir dengan Perawatan Cuci Motor Berbasis Air Mata Air

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Kamis, 10 September 2026 - 20:50 WIB

Wako Alfin Sambut Hangat Atlet Berprestasi, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Beasiswa dan Penghargaan

Rabu, 9 September 2026 - 18:25 WIB

Deteksi Dini TB Diperkuat, Puskesmas Sungai Penuh Gelar Tracing Terintegrasi CKG di Amar Sakti

Rabu, 9 September 2026 - 15:24 WIB

Pemkot Sungai Penuh dan TP PKK Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Senin, 7 September 2026 - 23:17 WIB

Sekda Alpian Ingatkan ASN Jaga Disiplin dan Integritas

Senin, 7 September 2026 - 20:12 WIB

Wako, Alfin dan Wawako Azhar Gelar Rakor tentang Karhutla Bersama Menko Polkam RI

Berita Terbaru