Sungai penuh, Porosjambimedia.com – Viral di media sosial, sebuah unggahan dari akun Facebook “Hesty Indriani Andalas” menyampaikan kondisi terbaru Pasar Tanjung Bajure di Sungai Penuh yang menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Dalam unggahannya, Hesty menyampaikan pandangannya terkait kondisi pasar yang dinilai jauh lebih tertata dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut bahwa pemandangan pasar saat ini merupakan yang terbaik sejak dirinya kecil hingga sekarang.
Menurutnya, kondisi pasar kini terlihat lebih rapi, dengan ruas jalan yang lebih luas karena para pedagang yang sebelumnya berjualan di bahu hingga tengah jalan telah ditertibkan. Hal ini membuat pejalan kaki dan pengendara yang berbelanja menjadi lebih leluasa dan nyaman.
“Ini pemandangan pasar terbaik sejak saya kecil. Sekarang lebih rapi, tertata, dan jalan lebih luas karena sudah tidak ada lagi pedagang di badan jalan,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada para pedagang agar dapat menerima kebijakan pemerintah dengan lapang dada serta bekerja sama demi kebaikan bersama.
Unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan dan menuai ratusan komentar dari warganet. Sebagian besar mendukung langkah penataan yang dilakukan pemerintah, namun tidak sedikit pula yang merasa kebijakan tersebut merugikan sebagian pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Alfin turut memberikan respons dengan me-repost unggahan tersebut di akun Facebook pribadinya.
Dalam tanggapannya, Alfin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap program penataan pasar. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menciptakan keadilan bagi seluruh pedagang.
Sudah banyak keluhan dari pedagang yang berada di dalam pasar terhadap pedagang yang berjualan di bahu jalan. Mereka merasa dirugikan karena pembeli lebih memilih berbelanja di luar dengan harga yang sama,” jelasnya.
Alfin juga menegaskan bahwa trotoar merupakan hak pejalan kaki, sementara jalan diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu, penataan dilakukan secara bertahap agar fungsi fasilitas umum dapat kembali sebagaimana mestinya.
Selain itu, penataan ini juga bertujuan untuk memudahkan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan, dengan harapan dapat meminimalisir praktik-praktik yang merugikan pedagang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penataan Pasar Tanjung Bajure masih menjadi perhatian publik, dengan harapan ke depan dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh pihak. (Hst)















