Bandung, Porosjambimedia.com– Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di KM 93 Jalur A Tol Cipali, wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu dini hari (4/2/2026). Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat.
Seluruh korban merupakan penumpang dan pengemudi mobil Suzuki APV bernomor polisi E 1299 VT. Kendaraan tersebut terlibat dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa mobil di jalur menuju Cirebon.
Kanit PJR Tol Cipali, Iptu Dikdik Haryadi, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat kondisi lalu lintas relatif lengang.
“Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 93A Tol Cipali yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” kata Dikdik saat ditemui di RS Abdul Radjak Purwakarta.
Korban meninggal dunia masing-masing bernama Ahim Suganda (42) dan Ajun Junaedi (26) asal Majalengka, serta Ahmad (40) warga Indramayu. Sementara dua korban luka berat yakni Nanang Dulman (47) dan Adam Maulana (18), keduanya juga berasal dari Majalengka.
Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat Suzuki APV melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk, sehingga menabrak kendaraan di depannya yang hingga kini belum teridentifikasi dan langsung meninggalkan lokasi.
“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami,” ujar Dikdik.
Saat proses evakuasi korban berlangsung, sebuah Toyota Hilux yang dikemudikan Rifky Ncuy (35) warga Subang, berada di lokasi untuk membantu penanganan awal. Namun dari arah belakang, sebuah Daihatsu Sirion yang dikemudikan Fitanto Wibisono (44) warga Karawang, melaju dan menabrak kendaraan tersebut.
Tabrakan lanjutan pun tak terhindarkan. Akibat kejadian ini, sedikitnya tiga kendaraan mengalami kerusakan dan berhenti di lajur dua serta tiga, dengan posisi menghadap ke arah barat. Dari seluruh kendaraan yang terlibat, Suzuki APV mengalami kerusakan paling parah.
“Selain korban jiwa dan luka, arus lalu lintas sempat tersendat selama proses evakuasi dan penanganan kendaraan,” tutup Dikdik. (Dla)















