Jakarta, Porosjambimedia.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut berpotensi mencair. Dua negara yang selama ini bersitegang itu dikabarkan tengah menyiapkan pertemuan tertutup di Turki pada 6 Februari 2026.
Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Arab yang mengetahui perkembangan diplomatik kedua pihak. Ia menyebut, pertemuan itu akan mempertemukan negosiator Amerika Serikat dengan pejabat tinggi Iran.
“Kontak diplomatik antara perwakilan AS dan pejabat senior Iran kemungkinan berlangsung Jumat ini di Turki,” ujar sumber tersebut kepada AFP, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, rencana pertemuan ini tidak lepas dari peran sejumlah negara mediator, termasuk Mesir, Qatar, Turki, dan Oman, yang aktif mendorong kedua pihak membuka jalur komunikasi.
Hubungan Washington–Teheran memang kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah serta memperkuat sistem pertahanan udara, menyusul pernyataan keras Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Di sisi lain, Iran sempat melontarkan ancaman akan menutup Selat Hormuz jika diserang, sebuah langkah yang dapat mengguncang stabilitas energi global. AS pun mengingatkan Iran agar tidak melakukan manuver berbahaya di sekitar pasukan Amerika di kawasan tersebut.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya juga mengingatkan bahwa serangan terhadap Iran berpotensi memicu konflik yang meluas.
“Amerika Serikat harus menyadari, jika mereka memulai perang, dampaknya bisa berubah menjadi konflik regional,” tegas Khamenei.
Rencana pertemuan di Turki ini dinilai menjadi sinyal awal upaya meredakan ketegangan, meski hasilnya masih sangat bergantung pada sikap politik kedua negara. (Dta)















