Jakarta, Porosjambimedia.com – Banyak orang memilih pintu kulkas sebagai tempat menyimpan bahan makanan karena mudah dijangkau. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu tepat, terutama untuk menyimpan mentega.
Menurut ahli gizi, lokasi penyimpanan yang salah dapat memengaruhi kualitas dan daya tahan mentega. Bagian pintu kulkas mengalami perubahan suhu paling sering karena terus terbuka dan tertutup. Kondisi ini membuat suhu di area tersebut tidak stabil, sehingga tidak ideal untuk bahan makanan yang sensitif seperti mentega.
Seorang ahli gizi menjelaskan bahwa rak khusus mentega di pintu kulkas sebenarnya dirancang hanya untuk penggunaan jangka pendek. Jika mentega disimpan terlalu lama di area tersebut, kualitasnya bisa menurun lebih cepat dibandingkan jika disimpan di bagian lain kulkas.
Perubahan suhu yang berulang menyebabkan mentega sering melunak lalu mengeras kembali. Proses ini dapat memengaruhi tekstur, rasa, bahkan mempercepat kerusakan lemak di dalamnya. Selain itu, paparan cahaya dan udara hangat juga berisiko mempercepat proses oksidasi.
Agar mentega tetap segar dan awet, sebaiknya simpan di bagian dalam kulkas, seperti rak tengah atau rak atas bagian belakang. Area ini memiliki suhu yang lebih dingin dan stabil. Menyimpan mentega dalam kemasan aslinya atau wadah tertutup rapat juga penting untuk mencegah penyerapan bau dari makanan lain.
Dari segi ketahanan, mentega tawar umumnya dapat bertahan beberapa bulan jika disimpan di suhu dingin yang konsisten. Mentega asin memiliki daya simpan lebih lama, bahkan bisa dibekukan untuk penggunaan jangka panjang tanpa mengubah rasa dan teksturnya secara signifikan.
Tak hanya mentega, bahan makanan lain seperti susu, telur, daging mentah, makanan laut, dan keju lunak juga sebaiknya tidak disimpan di pintu kulkas. Sementara itu, pintu kulkas lebih cocok untuk menyimpan saus, selai, acar, dan minuman yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suhu.
Menata isi kulkas dengan benar bukan hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga membantu mencegah pemborosan dan risiko kesehatan. (Ai)















