Jakarta, Porosjambimedia.com– Musim hujan tidak hanya membawa risiko genangan dan banjir, tetapi juga potensi munculnya hewan liar ke area permukiman. Salah satu yang kerap dikeluhkan warga adalah kemunculan ular dan biawak yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.
Kedua hewan tersebut dapat bersikap agresif jika merasa terganggu. Serangan ular, terutama yang berbisa, berisiko menyebabkan cedera serius hingga mengancam keselamatan jiwa. Sementara itu, gigitan atau cakaran biawak juga bisa menimbulkan luka parah.
Agar risiko tersebut dapat diminimalkan, penting bagi pemilik rumah untuk memahami penyebab kemunculan ular dan biawak saat hujan, serta langkah pencegahan yang aman dan efektif.
Mengapa Ular dan Biawak Sering Muncul Saat Hujan?
Hujan deras dan banjir membuat habitat alami ular dan biawak terendam air. Lubang tanah, saluran air, hingga semak-semak yang biasa menjadi tempat bersembunyi menjadi tidak aman.
Dalam kondisi tersebut, ular akan mencari area yang lebih kering dan hangat. Rumah warga, terutama bagian seperti teras, carport, gudang, dan loteng, kerap menjadi sasaran karena dianggap aman dari genangan.
Hal serupa terjadi pada biawak yang biasanya hidup di sekitar saluran air atau area lembap. Ketika air meluap, biawak terdorong keluar dan mencari tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari arus air.
Langkah Mencegah Ular dan Biawak Masuk Rumah
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kemunculan hewan liar ini di lingkungan rumah:
1. Tutup Celah dan Retakan Bangunan
Celah kecil pada dinding, lantai, atau fondasi rumah bisa menjadi akses masuk ular dan biawak. Pastikan seluruh lubang ditutup rapat dan retakan diperbaiki secara permanen, termasuk lubang tanah di sekitar halaman.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan
Sisa sampah, puing bangunan, dan tumpukan barang pascabanjir dapat menjadi tempat persembunyian hewan liar. Bersihkan area rumah segera setelah hujan atau banjir surut.
Gunakan sarung tangan tebal dan alas kaki tertutup saat membersihkan untuk menghindari risiko luka akibat benda tajam atau gigitan hewan.
3. Pasang Penghalang Fisik
Pagar permanen dari beton atau bahan kokoh dapat membantu menghalangi pergerakan ular dan biawak ke area rumah. Pastikan pagar tidak memiliki celah di bagian bawah dan selalu menutup pintu pagar saat hujan turun.
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko pertemuan dengan ular dan biawak selama musim hujan, sekaligus menjaga keamanan penghuni rumah. (Ai)















