Konsumsi Kopi Berjamur Bertahun-tahun, Pria di Taiwan Alami Gagal Ginjal

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Kebiasaan yang tampak sepele ternyata bisa berujung fatal. Seorang pria berusia sekitar 50 tahun di Taiwan harus menerima kenyataan pahit setelah didiagnosis gagal ginjal stadium akhir, meski selama ini dikenal aktif berolahraga dan tidak memiliki penyakit bawaan.

Kasus ini terungkap setelah pria tersebut tiba-tiba pingsan saat berlari pagi, lalu dilarikan ke rumah sakit. Pemeriksaan medis menunjukkan fungsi ginjalnya sudah berada pada kondisi kritis, dengan nilai laju filtrasi glomerulus (GFR) di bawah 10, menandakan kerusakan ginjal berat.

Dokter spesialis ginjal Dr Hung Yung-hsiang, yang menangani pasien tersebut, mengungkap fakta mengejutkan di balik penyebab penyakitnya. Pasien diketahui memiliki kebiasaan menyeduh kopi dari biji kopi lama yang telah berjamur dan membusuk, dilakukan secara rutin selama bertahun-tahun.

Pria itu kerap membeli biji kopi dalam jumlah besar karena harga lebih murah, lalu menyimpannya lama di dapur. Meski biji kopi berubah warna dan ditumbuhi jamur, ia tetap menggiling dan menyeduhnya. Ia beranggapan bahwa air panas saat menyeduh kopi sudah cukup untuk membunuh kuman berbahaya.

Baca Juga :  Kenali Asam Urat: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah agar Tidak Semakin Parah

Namun, anggapan tersebut ternyata keliru. Dr Hung menjelaskan bahwa jamur pada biji kopi dapat menghasilkan okratoksin, racun berbahaya yang tahan panas dan tidak hancur meski diseduh dengan air mendidih bersuhu 100 derajat Celsius.

“Okratoksin baru bisa terurai pada suhu di atas 280 derajat Celsius, yang jelas tidak mungkin dicapai saat proses menyeduh kopi,” jelasnya.

Paparan okratoksin secara terus-menerus menyebabkan toksin menumpuk di dalam tubuh dan secara perlahan merusak ginjal. Efeknya tidak langsung terasa, sehingga sering kali luput disadari.

Sebelum kolaps, pasien sebenarnya sudah mengalami tanda-tanda gangguan ginjal seperti urine berbusa berkepanjangan dan pembengkakan di pergelangan kaki. Namun, keluhan tersebut diabaikan karena dianggap sebagai efek samping dari olahraga berat.

Dr Hung menggambarkan okratoksin sebagai “racun waktu tunda”. Berbeda dengan racun makanan yang cepat dikeluarkan tubuh, zat ini dapat bertahan hingga 35–50 hari di dalam tubuh dan menyebabkan peradangan, kematian sel ginjal, hingga fibrosis kronis.

Baca Juga :  Benarkah Makan Durian Setelah Sate Kambing Bisa Picu Stroke? Ini Penjelasan Menkes

Ia mengibaratkan paparan okratoksin seperti menuangkan semen ke dalam sistem penyaring air—perlahan menyumbat dan merusak ginjal secara permanen.

Dari kasus ini, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang menunjukkan tanda-tanda berjamur, terutama di lingkungan panas dan lembap yang mempercepat pertumbuhan jamur. Mengutamakan keamanan pangan dinilai jauh lebih penting daripada sekadar menghemat biaya. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB