Jakarta, Porosjambimedia.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan fakta menarik mengenai dunia kerja di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari separuh tenaga profesional saat ini bekerja di bidang yang tidak selaras dengan latar belakang pendidikan formal mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan kepada para wisudawan Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK). Ia menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa ijazah bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan seseorang di dunia profesional.
Menurutnya, kemampuan nonteknis atau *soft skill* justru memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan teknis (*hard skill*). Nilai-nilai seperti daya juang, konsistensi, dan kesungguhan dalam bekerja menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika karier.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa latar belakang jurusan bukanlah penghalang untuk mencapai posisi strategis. Yang paling menentukan adalah seberapa kuat seseorang membangun semangat, mental tangguh, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pendidikan sejatinya membentuk cara berpikir dan karakter seseorang. Individu yang berilmu akan memiliki pola pikir yang lebih matang dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengibaratkan pendidikan sebagai proses menanam pohon. Hasil dari proses tersebut tidak dapat dirasakan secara instan, melainkan membutuhkan waktu panjang hingga akhirnya memberikan manfaat yang nyata.
Ia mengingatkan bahwa ijazah hanyalah awal dari perjalanan panjang. Manfaat pendidikan baru akan terasa ketika seseorang mampu membangun karier yang bermakna dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Abdul Mu’ti pun berpesan agar para lulusan tidak mudah menyerah dan terus berupaya meningkatkan kualitas diri. Ia optimistis bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa, selama disertai dengan iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan seni.
Dengan perpaduan nilai-nilai tersebut, ia meyakini Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa besar dengan generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter kuat.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkap bahwa lebih dari 60 persen profesional bekerja tidak sesuai jurusan akademik. Ia menekankan pentingnya soft skill, mindset, dan mental tangguh sebagai faktor utama penentu kesuksesan karier dan masa depan bangsa
(Khy)















