JAMBI, Porosjambimedia.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mencatat sebanyak 4.619 kasus tindak pidana terjadi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi perhatian serius aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Jambi.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menyampaikan data tersebut saat konferensi pers rilis akhir tahun yang digelar di Mapolda Jambi, Selasa (30/12/2025). Ia menjelaskan bahwa angka kriminalitas tahun ini meningkat 195 kasus dibandingkan tahun 2024.
“Jenis kejahatan yang paling banyak terjadi sepanjang 2025 masih didominasi oleh pencurian dengan pemberatan,” ujar Irjen Krisno.
Berdasarkan data Polda Jambi, lima besar tindak pidana yang paling sering terjadi selama 2025 antara lain pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 751 perkara, disusul pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 185 perkara.
Selanjutnya terdapat 176 kasus penganiayaan berat, 90 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta 17 kasus pembunuhan.
Meski angka kriminalitas mengalami kenaikan, Kapolda menyebut tingkat penyelesaian perkara juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, Polda Jambi dan jajaran berhasil menuntaskan 3.257 kasus, meningkat 96 kasus dibandingkan capaian tahun 2024 yang berjumlah 3.161 kasus.
Irjen Krisno menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian kriminal atau gangguan keamanan melalui layanan kepolisian 110 yang kini tersedia selama 24 jam.
“Melalui layanan 110, masyarakat bisa dengan cepat menyampaikan laporan atau meminta bantuan. Sistem ini juga membantu mempercepat respons petugas karena dapat mendeteksi lokasi personel terdekat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Kapolda Jambi kembali menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengusung semangat otoritas untuk melayani. (Hst)















