Pola Masak Sehat 2026: Kukus dan Rebus Masih Jadi Favorit, Asal Tak Salah Konsep

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Tren memasak dengan metode kukus dan rebus diprediksi tetap bertahan hingga tahun 2026. Cara pengolahan ini dinilai semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan upaya menjaga berat badan ideal.

Dokter spesialis gizi klinik, dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK, menyebut metode kukus dan rebus menjadi alternatif terbaik untuk mengurangi asupan lemak berlebih, terutama bagi masyarakat yang ingin mengontrol berat badan maupun menjaga kesehatan jangka panjang.

Menurutnya, masyarakat kini mulai memahami bahwa makanan yang diolah dengan cara digoreng, khususnya teknik deep frying, mengandung kalori jauh lebih tinggi dibandingkan makanan kukus atau rebus.

Kukus dan Rebus Bukan Sekadar Bebas Minyak

Meski dinilai sehat, dr Nathania mengingatkan bahwa konsep makan kukus dan rebus kerap disalahpahami. Banyak orang mengira mengonsumsi makanan seperti ubi, singkong, atau kentang rebus saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Baca Juga :  Sedang Turun Berat Badan? Ini 6 Buah Tinggi Protein yang Cocok untuk Menu Diet Sehat

“Padahal makanan tersebut dominan karbohidrat. Kalau hanya itu saja, gizinya belum seimbang,” jelasnya.

Agar manfaatnya maksimal, makanan kukus dan rebus perlu dikombinasikan dengan sumber protein, seperti telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe.

“Kalau makan ubi, sebaiknya ditambah telur rebus atau protein lain. Jadi bukan hanya soal cara masaknya, tapi juga komposisi gizinya,” ujar dr Nathania.

Lebih Efektif untuk Kendalikan Berat Badan

Dari sisi pengelolaan berat badan, metode kukus dan rebus dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan menggoreng. Proses penggorengan membuat makanan menyerap minyak, sehingga kalori meningkat signifikan meski porsi terlihat sama.

“Kalau digoreng, kalorinya bisa naik hingga 40 persen. Minyaknya masuk ke dalam makanan, apalagi kalau digoreng dengan cara dicelupkan penuh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Chef Ungkap Lokasi Penyimpanan Telur Paling Ideal agar Tetap Segar dan Tidak Bau

Inilah yang membuat gorengan menjadi salah satu penyumbang kalori tersembunyi terbesar dalam pola makan sehari-hari.

Kesimpulan: Sehat Itu Soal Cara dan Isi

dr Nathania menegaskan bahwa tren kukus dan rebus masih relevan di tahun 2026, asalkan diterapkan dengan benar. Pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh metode memasak, tetapi juga keseimbangan zat gizi di dalamnya.

Dengan mengombinasikan karbohidrat, protein, sayur, dan buah, serta memilih metode masak rendah lemak, masyarakat dapat menjaga berat badan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh. (Hst)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB