JAMBI, Porosjambimedia.com – Aksi unjuk rasa terjadi di SMKN 7 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Senin (13/10/2025).
Ratusan siswa turun ke halaman sekolah, menuntut Kepala Sekolah Eka Meinawati mundur dari jabatannya karena dianggap tidak mampu memimpin dan lamban merespons persoalan internal sekolah.
Aksi yang berlangsung di lingkungan sekolah itu menarik perhatian publik. Para siswa membawa spanduk berisi tuntutan serta orasi menuntut perubahan dalam sistem kepemimpinan sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, menyebut aksi itu sebagai bentuk aspirasi yang sah selama dilakukan secara tertib dan bertujuan memperbaiki kondisi pendidikan.
“Demo itu bagian dari aspirasi. Baik dari siswa, orang tua, atau masyarakat, semuanya sah selama tujuannya untuk memperbaiki,” ujar Sudirman, Selasa (14/10/2025).
Meski begitu, Sudirman menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan menurunkan tim khusus untuk memeriksa kebenaran tuntutan para siswa.
“Terkait tuntutan mundurnya kepala sekolah, kita perlu dalami dulu. Nanti Dinas Pendidikan akan turunkan tim untuk mengecek langsung ke lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya persoalan tata kelola sekolah, transparansi penggunaan dana, maupun komunikasi internal yang kurang baik.
“Kalau ada hal terkait manajemen, dana, atau penyelenggaraan pendidikan yang tidak transparan, itu akan jadi fokus investigasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait aksi tersebut dan segera mengambil langkah mediasi.
“Kami sudah menerima laporan dan akan menurunkan pengawas pendamping satuan pendidikan untuk melakukan mediasi dengan pihak sekolah dan siswa,” kata Harmonis.
Ia juga mengimbau agar siswa lebih menyalurkan aspirasi melalui mekanisme yang tepat, seperti lewat OSIS atau forum diskusi resmi, bukan dengan demonstrasi terbuka.
“Kami berharap ke depan aspirasi disampaikan melalui jalur resmi. Sekolah itu satu keluarga besar — siswa, guru, dan kepala sekolah harus saling menghargai,” ujarnya.
Pemprov Jambi menegaskan bahwa hasil investigasi dari Dinas Pendidikan nantinya akan menjadi dasar langkah pembenahan di SMKN 7 Tanjab Barat agar iklim belajar mengajar kembali kondusif.
Editor : Hesty
Sumber Berita : Jambiindependent.co.id















