Begini ! Sejarah Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Porosjambimedia.com – Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan nasional ini memiliki arti penting bagi seluruh rakyat Indonesia, sebab di baliknya tersimpan sejarah kelam sekaligus pembelajaran berharga tentang keteguhan Pancasila sebagai dasar negara.

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi untuk memahami betapa pentingnya persatuan dan semangat kebangsaan.

Dengan menelusuri sejarah singkat di balik penetapannya, masyarakat dapat melihat bagaimana Pancasila tetap kokoh meskipun bangsa ini pernah menghadapi ancaman serius.

Sejarah Singkat di Balik Hari Kesaktian Pancasila

Mengutip buku Pancasila karya Hairul Amen Samosir SSos MPd, Hari Kesaktian Pancasila tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, dan menjadi salah satu episode paling kelam dalam sejarah Indonesia.

Sejumlah perwira tinggi TNI AD diculik dari rumah mereka oleh kelompok yang mengaku sebagai pasukan pengawal istana. Dengan dalih dipanggil Presiden, para perwira itu justru dibawa ke markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, dan kemudian ditemukan tewas.

Baca Juga :  Anti Ribet! 3 Olahan Orek Tempe Sederhana yang Selalu Bikin Nambah Nasi

Tujuh perwira yang gugur dalam peristiwa itu kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi oleh pemerintah, yaitu:

1. Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani

2. Letnan Jenderal TNI (Anumerta) R. Soeprapto

3. Letnan Jenderal TNI (Anumerta) S. Parman

4. Mayor Jenderal TNI (Anumerta) M.T. Haryono

5. Mayor Jenderal TNI (Anumerta) D.I. Pandjaitan

6. Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo

7. Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean

Selain ketujuh perwira tersebut, peristiwa ini juga merenggut nyawa putri bungsu Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani Nasution, serta beberapa korban sipil lainnya.

Jasad para pahlawan baru ditemukan pada 4 Oktober 1965 di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Momentum inilah yang kemudian dijadikan simbol kebangkitan dan keteguhan bangsa.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Komisi Informasi Jambi, Pj. Bupati ASRAF Komitmen Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik di Kerinci

Pemerintah Orde Baru saat itu menilai peristiwa G30S sebagai ancaman nyata terhadap Pancasila, yang dianggap melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Untuk mempertegas kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur, pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Makna Hari Kesaktian Pancasila

Makna kata “Kesaktian” dalam peringatan ini dipahami sebagai wujud keteguhan Pancasila yang mampu bertahan dari upaya penggantian ideologi bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila pun menjadi pengingat bagi generasi penerus bangsa untuk menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Editor : Hesty

Sumber Berita : Jambiindependent.co.id

Berita Terkait

Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Tinjau Pelaksanaan OMI Hari Terakhir, Kakan Kemenag Pastikan OMI Kabupaten Kerinci Berjalan Lancar
Buka OMI 2026, Kakankemenag Kerinci Dorong Peserta Tampil Maksimal hingga Tingkat Nasional
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Dua Ekor Beruang Masuk Ladang dan Merusak Tanaman Warga di Kerinci, Warga Resah
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB