Porosjambimedia.com,Kerinci – Infrastruktur merupakan elemen vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor transportasi. Namun, hingga pertengahan tahun anggaran 2025, kondisi jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci, Jambi, masih jauh dari kata layak.
Salah satu titik paling parah terlihat pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Talang Tinggi menuju Renah Sako, Kecamatan Siulak Mukai. Berdasarkan pantauan tim media pada Jumat (18/7), jalan ini mengalami kerusakan berat tanpa adanya pemeliharaan berarti dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Bina Marga (BM).
Jalan berlubang dengan kedalaman mencapai 50 cm, permukaan aspal yang nyaris habis, serta genangan air di beberapa titik telah menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas. Kondisi ini telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun tanpa perbaikan signifikan.
“Kami merasa seperti diabaikan. Jalan ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tapi juga memperlambat pengangkutan hasil bumi dari para petani. Ini jelas berdampak pada ekonomi lokal,” ujar Deva, salah satu warga setempat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Pemkab Kerinci, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Perbaikan jalan dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan menunjang pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kalau jalan diperbaiki, tidak akan ada lagi rebutan jalan antara petani dan pegawai kantor di kompleks perkantoran bupati di Bukit Tengah. Arus transportasi akan lebih lancar dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” tambah Deva.
Warga juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh lagi diabaikan dan harus menjadi prioritas utama Pemkab Kerinci dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.
Penulis : DV
Editor : Hesty















