Murid SD di Sungai Penuh Diduga menjadi Korban Kekerasan oleh keluarga Murid lainnya, Alami Trauma dan Luka Fisik

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, Sungai Penuh – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh orang tua murid terhadap seorang siswa sekolah dasar di Kota Sungai Penuh, Jambi.

Peristiwa memilukan ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat, khususnya para orang tua dan pemerhati dunia anak.

Insiden bermula dari cekcok kecil antara dua siswa di lingkungan sekolah. Salah satu siswa, yang disebut-sebut merupakan cucu dari pemilik rumah makan dendeng batokok terkenal di kota itu, melontarkan hinaan kepada temannya dengan menyebut kata “orang miskin.” Merasa direndahkan, korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu spontan memeluk anak pelaku dalam kondisi emosi. Dalam insiden itu, anak pelaku terjatuh hingga mengalami luka ringan.

Namun, konflik anak-anak ini justru berujung pada tindakan kekerasan fisik yang tak sepatutnya dilakukan oleh orang dewasa. Nenek dari anak pelaku, yang juga orang tua murid, tanpa seizin pihak sekolah, langsung mendatangi lokasi dan menyeret korban keluar dari area sekolah. Dalam perjalanan menuju rumahnya, korban dilaporkan mengalami pencubitan berulang kali.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di jalan lintas Siulak deras - Padang, Kadis PUPR Kerinci maya Bergerak cepat.

Penderitaan korban tak berhenti di sana. Setibanya di rumah pelaku, ayah dari anak pelaku—yang diketahui pemilik salah satu rumah makan ternama di Sungai Penuh—disebut ikut melakukan kekerasan fisik dengan memukul pipi kanan korban.

Tindakan ini membuat korban tak hanya menderita luka fisik, tetapi juga mengalami trauma psikis yang mendalam.

Pihak keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke kepolisian dan Dinas Perlindungan Anak Kota Sungai Penuh.

Kasus ini kini tengah dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

Hingga kini, pihak sekolah masih enggan memberikan keterangan resmi. Namun, sejumlah guru dan wali murid menyampaikan rasa kecewa dan prihatin atas insiden tersebut. Mereka menilai tindakan kekerasan oleh orang tua terhadap anak di lingkungan sekolah adalah bentuk pelanggaran serius yang mencederai prinsip pendidikan.

Baca Juga :  Guru SMK di Tanjabtim Alami Pengeroyokan oleh Siswa. Ada penyebabnya??

“Ini bukan sekadar masalah antar anak. Ini soal bagaimana orang dewasa seharusnya memberi contoh dalam menyelesaikan konflik dengan bijak dan beradab,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Wilayah Jambi mengecam keras tindakan kekerasan ini dan meminta aparat hukum bertindak tegas.

“Kami mendesak agar pelaku kekerasan diproses secara hukum. Ini penting sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap anak-anak dan agar dunia pendidikan tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendidik,” tegas perwakilan LPAI Jambi dalam keterangannya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun, terlebih yang menyasar anak, tidak memiliki tempat di tengah masyarakat yang beradab. Sekolah seharusnya menjadi tempat tumbuh, bukan tempat takut.

Editor : Hesty

Berita Terkait

Desa Pondok Agung Petakan Persoalan Warga, Pemenuhan Hak Dasar Jadi Prioritas
Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE
Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Wako Alfin Sambut Hangat Atlet Berprestasi, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Beasiswa dan Penghargaan
Tinjau Pelaksanaan OMI Hari Terakhir, Kakan Kemenag Pastikan OMI Kabupaten Kerinci Berjalan Lancar
SMAN 4 Kerinci Gelar Pekan Karya, Angkat Tradisi Balahak dan Kearifan Lokal
Berita ini 420 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB