POROS, KERINCI – Dalam unggahan yang dipublikasikan pada Senin (14/4) di Forum Masyarakat Peduli Kerinci, akun Facebook Radja Muda menyuarakan kritik terhadap praktik perpisahan siswa kelas 6, 9, dan 12 (jenjang SD hingga SMA) yang dinilai terlalu mewah dan membebani siswa serta orang tua.
Ia meminta para pemimpin dan pengambil kebijakan di dunia pendidikan terutama di Kabupaten Kerinci untuk mempertimbangkan kembali bentuk perpisahan yang mengharuskan siswa mengenakan jas pinjaman, kebaya modis, hingga riasan profesional sesuai arahan sekolah. Biaya yang tidak sedikit itu, menurutnya, sangat membebani siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Mohon kiranya bagi pemimpin-pemimpin agar mentiadakan perpisahan murid/siswa kelas 6, 9, dan 12 yang terlalu mewah. Siswa sampai pinjam jas sana-sini, bikin kebaya modis, make up yang telah ditentukan pihak sekolah. Ini jelas membebani, dan tidak ada undangan resmi ke wali murid pula,” tulisnya.
Unggahan ini langsung mendapat banyak dukungan dari warganet yang mengaku mengalami hal serupa.
“Betul sekali, saat ekonomi sedang susah seperti sekarang ini, mohon kiranya pihak sekolah tidak memutuskan secara sepihak bila hendak mengadakan kegiatan atau acara yang biayanya ditanggung siswa. Mohon mengikutsertakan wali murid dalam setiap musyawarah sebelum mengadakannya,” tulis salah satu warga.
Ada pula yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap tekanan ekonomi akibat kegiatan perpisahan:
“Terkadang sampai-sampai wali murid berutang ke sana ke sini demi acara sekolah,” ungkap lainnya.
Beberapa komentar juga menyebut perlunya meniru langkah tegas Gubernur Jawa Barat yang sebelumnya telah melarang acara wisuda di sekolah demi menjaga kesederhanaan dan mencegah komersialisasi pendidikan.
Isu ini menjadi pengingat akan pentingnya keterlibatan wali murid dalam setiap perencanaan kegiatan sekolah, terutama yang menyangkut biaya. Diharapkan sekolah dan dinas terkait dapat menyusun bentuk perpisahan yang lebih sederhana, inklusif, dan berfokus pada makna kebersamaan—bukan kemewahan semata.
Penulis : Arya















