Generasi Muda dan Warisan Leluhur: Masihkah Budaya Kerinci Relevan

- Redaksi

Minggu, 23 Maret 2025 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, KERINCI – Dalam siaran Andalas Podcast yang tayang pada Sabtu (22/03) sore, Muhammad Tory Prasetya, mahasiswa Antropologi Universitas Andalas yang merupakan putra asli Sungai Penuh (Kerinci), mengungkapkan pentingnya budaya Kerinci sebagai bagian dari kearifan lokal yang selaras dengan alam.

Dalam diskusinya bersama Arya Geni Permana (Announcers), Tory menegaskan bahwa banyak tradisi Kerinci yang erat kaitannya dengan siklus alam, salah satunya dapat dilihat dalam Ritual Asyeik.

“Kegiatan Ritual Asyeik yang dilakukan saat ini bukan sekadar ritual kuno ataupun tradisi tradisional semata, namun jauh dari pada itu, ritual ini merupakan wujud nyata budaya suku bangsa Kerinci yang selaras dengan alam. Bersinergi istilahnya… hal ini bisa kita lihat dari berbagai jenis tumbuhan dan bermacam alat dan bahan yang digunakan dalam Ritual Asyeik ini yang sesungguhnya diperoleh dari hutan dan bumi Kerinci,” ujar Tory saat diwawancarai.

Sebagai salah satu Penerima Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2024 di wilayah kerja Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V meliputi pelaku budaya dan komunitas di Provinsi Jambi. Tory juga menyoroti hubungan antara bencana alam dan lunturnya budaya lokal. Menurutnya, perubahan lingkungan yang dirasakan masyarakat Kerinci, terutama di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, berkaitan erat dengan semakin terkikisnya budaya dan tradisi yang dahulu dijadikan pegangan hidup oleh orang Kerinci.

Baca Juga :  Wein Arifin: Sirekap yang digunakan KPU bukanlah penentu hasil Pemilu 2024

“Bencana alam (ekologi) yang dialami oleh masyarakat di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci berkaitan erat dengan semakin memudarnya kearifan lokal sebagai identitas dan pedoman hidup masyarakatnya. Salah satunya, Ritual Asyeik yang mulai ditinggalkan mencerminkan bagaimana alam tidak lagi dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia,” tambahnya.

Selain Ritual Asyeik, Tory juga menyoroti budaya lain seperti Ngayun Luci dan Kenduri Sko, yang sejak dahulu siklusnya terjaga, akan tetapi dewasa ini perayan yang melibatkan seluruh aspek masyarakat sudah tidak mencerminkan nilai-nilai filosofis antara manusia dan alam, hanya sekadar seremonial belaka. Kearifan lokal seperti itulah yang menunjukkan betapa nenek moyang Kerinci sangat menghormati alam. Namun, ia menyayangkan bahwa banyak masyarakat modern yang mulai melupakan kearifan ini, sehingga ilmu etnobotani dan etnobiologi yang dulu diwariskan secara turun-temurun kini hanya diketahui oleh segelintir orang saja.

Baca Juga :  Sespim MPA LAM Kerinci Toni Suherman, S.H., M.H. Dpt. Apresiasi Kinerja Kapolres Kerinci Pada Pilkada Serentak 2024

Melalui podcast ini, Tory mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap budaya dan lingkungan. Ia menekankan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga solusi untuk menjaga keseimbangan ekologi dan mencegah kerusakan alam di Kerinci. Apalagi Etnik Kerinci sebagai Indigenous people di Sumatra, yang merupakan garda terdepan terwujudnya budaya ekologis (ecological culture) harus dapat menerapkan budaya dan prinsip ramah lingkungan sebagaimana yang diwarisi para leluhur terdahulu.

Penulis : Arya Geni Permana

Berita Terkait

Mubes Perdana Debalang Provinsi Jambi Digelar, Pengurus Kabupaten/Kota Satukan Komitmen Perkuat Marwah Adat
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Amanah Adat dan Susunan Paramenti Jelang Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup
ISMI Kerinci–Sungai Penuh Resmi Dilantik, Bupati Monadi Dorong Penguatan Peradaban Melayu
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Jadi Komitmen Bersama Alfin dan Monadi
Berita ini 150 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB