SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031 di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Selasa (4/8).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Srikartini Alfin, S.Kep., Ners., Ketua GOW Kota Sungai Penuh Mawarti Azhar, Ketua DWP Kota Sungai Penuh Winda Rahayu, S.E., M.Si., Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Jambi Harlina, S.H., M.Pd., Ketua DPC IWAPI Kota Sungai Penuh Syuhada, para Dewan Kehormatan IWAPI serta jajaran pengurus IWAPI.
Dalam sambutannya, Wawako Azhar Hamzah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC IWAPI Kota Sungai Penuh yang baru dilantik.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh terus membangun penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta transformasi digital. Kami berharap IWAPI menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Wawako.
Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan DPC IWAPI Kota Sungai Penuh semakin berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan perempuan, memperkuat sektor UMKM, serta bersinergi dengan Pemkot Sungai Penuh dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Syuhada selaku Ketua DPC IWAPI kota sungai penuh menyampaikan beberapa hal penting terkait Organisasi yang di nahkodai dirinya ini.
Tanggal 4 Agustus 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Sungai Penuh. Pada hari ini, Dewan Pengurus Cabang (DPC) IWAPI Kota Sungai Penuh untuk pertama kalinya resmi dilantik dan dikukuhkan. Tutur syu.
Kehadiran IWAPI di Kota Sungai Penuh menjadi langkah baru dalam memperkuat peran perempuan di sektor dunia usaha. Organisasi yang telah berusia 51 tahun tersebut selama ini menjadi wadah bagi perempuan Indonesia yang bergerak dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan usaha.
Meski IWAPI telah berdiri selama lebih dari lima dekade secara nasional, kehadirannya di Kota Sungai Penuh baru terbentuk pada tahun 2026. Pengukuhan DPC pertama ini diharapkan menjadi awal bagi semakin berkembangnya kiprah perempuan dalam dunia kewirausahaan di daerah. Terangnya.
Syuhada mengatakan, IWAPI hadir sebagai ruang bagi para perempuan pengusaha untuk saling belajar, bertukar pengalaman, membangun jaringan, serta membuka peluang kolaborasi dalam mengembangkan usaha.
Kehadiran organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong perempuan, khususnya di Kota Sungai Penuh, agar semakin mandiri, tangguh, kreatif, dan memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan dunia usaha.
Dengan terbentuknya DPC IWAPI Kota Sungai Penuh, para perempuan pelaku usaha diharapkan tidak berjalan sendiri. Melalui organisasi, berbagai pengalaman dan kemampuan dapat dipertukarkan sehingga dapat melahirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat secara lebih luas.
“Harapan kita ke depan, IWAPI bisa menjadi tempat bagi perempuan Indonesia, khususnya perempuan di Kota Sungai Penuh, untuk sama-sama belajar, berkolaborasi dan mewujudkan cita-cita IWAPI dalam membentuk perempuan Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaya saing,” ungkapnya.
Lebih jauh, berdirinya IWAPI di Kota Sungai Penuh diharapkan tidak hanya menjadi organisasi baru, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi daerah.
Organisasi ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas usaha, serta melahirkan wajah-wajah baru dalam dunia kewirausahaan.
Momentum pelantikan dan pengukuhan DPC IWAPI Kota Sungai Penuh yang pertama tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi perempuan pengusaha di Kota Sungai Penuh untuk tumbuh bersama, membangun jejaring, dan berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, IWAPI Kota Sungai Penuh diharapkan mampu menjadi salah satu wadah strategis dalam memperkuat posisi perempuan di dunia usaha sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Hst)















